Gianni Infantino Dapat Dukungan Kuat untuk Pemilihan Ulang FIFA 2027
FajarBali.co.id Gianni Infantino tetap mendapat dukungan mayoritas dari anggota FIFA untuk kembali menjabat sebagai presiden badan pengatur sepak bola dunia tersebut pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027, dilansir dari Bola.
Infantino telah menerima surat dukungan resmi dari lebih dari 200 dari total 211 asosiasi anggota FIFA. Meskipun ada kontroversi terkait pembatalan skorsing pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, dukungan terhadapnya tetap kuat.
Hanya beberapa asosiasi, khususnya di Eropa, yang belum memberikan dukungan resmi, termasuk Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), yang paling menonjol belum menyatakan dukungan.
Bakal calon presiden FIFA harus diajukan paling lambat 18 November 2026. Surat dukungan masih bisa ditarik atau dialihkan hingga tenggat tersebut. Namun, hingga kini Infantino menjadi satu-satunya calon resmi.
Sejumlah asosiasi merasa mendapat tekanan dari internal FIFA untuk menyatakan dukungan mereka, meskipun tindakan seperti itu tidak diperbolehkan menurut kode etik FIFA, menurut laporan The Guardian.
Menurut Guardian, untuk menggulingkan Infantino dibutuhkan guncangan politik besar karena ketidakpuasan yang ada terutama berasal dari beberapa asosiasi Eropa, sementara dukungan dari negara lain di luar Eropa tetap kuat.
"Infantino sebenarnya tidak perlu mengandalkan dukungan Eropa untuk mendapatkan mandat mutlak. Sebagian besar negara di benua tersebut sudah mengonfirmasi dukungan mereka, termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris," ujar laporan tersebut.
Diskusi di internal Eropa tentang kandidat penantang Infantino baru mulai mendapat perhatian dalam beberapa hari terakhir. Namun, belum ada kesepakatan untuk menunjuk satu kandidat tunggal.
UEFA juga menyatakan penolakan terhadap beberapa kebijakan FIFA baru-baru ini, termasuk insiden terkait Balogun dan pelarangan wasit asal Somalia, Omar Artan, dari Piala Dunia.
Namun, belum jelas apakah pimpinan sepak bola Eropa akan memberikan dukungan resmi kepada kandidat penantang dalam pemilihan nanti. Beberapa sumber menyebut bahwa kandidat yang mampu mengumpulkan 30-40 suara sudah cukup untuk membuka perdebatan publik mengenai arah dan tata kelola FIFA ke depan.