Guru Nahum Situmorang Ciptakan Lagu Mariam Tomong dari Tapanuli

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Lagu Mariam Tomong berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara, dan diciptakan oleh Guru Nahum Situmorang, seorang komponis legendaris berdarah Batak, tepatnya pada Kamis, 6 Agustus 2026. Lagu ini lahir di tengah situasi perjuangan masyarakat Batak melawan penjajah Inggris dan Belanda yang didukung NICA setelah kemerdekaan Indonesia.

Lagu ini tercipta saat pertempuran di Medan, sebagai bentuk simbol perjuangan rakyat Batak yang menggunakan meriam bambu atau mariam tomong sebagai senjata untuk mengusir penjajah. Guru Nahum Situmorang menggambarkan semangat juang tersebut dalam bentuk lagu yang memiliki irama ceria namun liriknya menyentuh hati.

Menurut Guru Nahum Situmorang, lagu ini juga dipengaruhi oleh musik gereja karena mayoritas masyarakat Batak beragama Nasrani, sehingga irama dan alat musik pengiring seperti Tata Ganing dan Gondang menjadi bagian penting dalam lagu ini.

Makna Lagu dan Liriknya

Lirik Mariam Tomong menceritakan kisah seorang wanita bernama Mariam serta kerinduan seseorang yang menanyakan kabar orang terkasihnya. Lebih jauh, lagu ini menggambarkan pengorbanan pemuda Batak yang rela meninggalkan keluarga untuk berjuang di garis depan melawan penjajah.

Fungsi budaya lagu ini ganda, tidak hanya sebagai lagu pengantar tidur anak tetapi juga sebagai bagian dari acara adat sekaligus simbol identitas budaya Batak.

Instrumen dan Irama Khas

Instrumen utama dalam lagu ini adalah Tata Ganing, alat musik dengan tangga nada diatonis, dan Gondang, yakni ensambel gendang khas Sumatera Utara yang menambah kekayaan suara dan ritme lagu.

Peran Guru Nahum Situmorang dalam Musik Batak

Guru Nahum Situmorang dikenal sebagai musisi dan komponis yang tidak hanya menciptakan lagu daerah namun juga meneruskan tradisi budaya Batak melalui musik. Lagu Mariam Tomong menjadi salah satu karya monumental yang mencerminkan semangat kemerdekaan dan patriotisme masyarakat Batak.

Menurut laporan dari beberapa sumber, pembuatan lagu ini pada 6 Agustus 2026 mengingatkan akan perjuangan sejarah yang melekat pada masyarakat Tapanuli. Lagu ini terus dilestarikan dan dikenang sebagai bagian dari warisan budaya yang menguatkan identitas Batak.

Pengaruh dan Keberlanjutan Lagu Mariam Tomong

Hingga saat ini, Mariam Tomong masih sering dinyanyikan dalam berbagai acara adat dan budaya di Sumatera Utara, serta menjadi lagu pengantar tidur yang populer di kalangan masyarakat Batak.

Lagu ini juga mendapat perhatian luas karena mengandung pesan sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang relevan untuk generasi muda dalam memahami akar budaya dan nasionalisme.

MARIAM TOMONG - Lagu Daerah Tapanuli Sumatera Utara | Mantias Yugo

Editors Team
Daisy Floren