Harga Emas Dunia Naik Tipis ke Level 4.030 USD per Ons 4 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Harga emas dunia pada Selasa, 4 Agustus 2026, tercatat naik tipis ke level sekitar 4.030 USD per ons, dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kekhawatiran inflasi. Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai dolar AS di pasar internasional.

Harga emas mengalami kenaikan kecil setelah pada 3 Agustus 2026 tercatat di level 4.055,13 USD per ons, dengan kenaikan 0,30 persen dibanding hari sebelumnya. Namun, jika dilihat dalam sebulan terakhir, harga emas turun sekitar 2,40 persen, meski masih mencatat kenaikan signifikan sebesar 20,62 persen dibanding setahun lalu. Data ini menunjukkan bahwa walaupun jangka pendek mengalami koreksi, emas tetap menjadi aset yang diminati sebagai lindung nilai inflasi dan ketidakpastian pasar.

Kenaikan harga emas hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang menantikan data inflasi terbaru dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Fluktuasi nilai tukar dolar AS yang cenderung melemah memberikan dorongan positif bagi harga emas karena emas dihargai dalam dolar AS.

Pergerakan Harga dan Tren Bulanan

Berdasarkan data terbaru, harga emas pada awal Agustus 2026 sempat mencapai titik tertinggi sepanjang tahun ini pada Januari di level 5.608,35 USD per ons. Namun, sejak saat itu mengalami penurunan secara bertahap. Secara rata-rata, harga emas bulan ini turun 2,40 persen jika dibandingkan dengan Juli 2026.

Pengaruh Inflasi dan Kebijakan Moneter

Inflasi global yang masih tinggi menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga emas saat ini. Emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi karena nilainya yang relatif stabil dibandingkan mata uang kertas. Selain itu, kebijakan suku bunga oleh bank sentral utama, khususnya Federal Reserve AS, menjadi perhatian investor karena dapat mempengaruhi permintaan emas.

Cadangan Emas Negara dan Dampaknya

Cadangan emas negara-negara besar juga menjadi indikator penting dalam pergerakan harga emas dunia. Per Maret 2026, Amerika Serikat menyimpan cadangan emas terbesar sebesar 8.133,46 ton, diikuti oleh Italia dengan 2.451,84 ton dan Rusia 2.304,75 ton. India juga memiliki cadangan emas sebesar 880,52 ton. Pergerakan cadangan ini mempengaruhi kestabilan harga emas global dan memberikan gambaran permintaan serta kebijakan negara terkait emas sebagai aset strategis.

Prediksi Harga Emas dan Implikasinya

Menurut prediksi pasar, harga emas diperkirakan akan berada di kisaran 4.103,88 USD per ons pada akhir kuartal ini dan dapat naik hingga sekitar 4.420,99 USD per ons dalam 12 bulan ke depan. Prediksi ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Selain itu, harga logam lainnya seperti perak dan tembaga juga menunjukkan tren berbeda. Perak turun 6,22 persen dalam sebulan terakhir namun naik 55,48 persen dalam setahun, sedangkan tembaga naik 5,21 persen dalam sebulan dan 46,44 persen dalam setahun, memberikan gambaran beragam tentang kondisi pasar komoditas.

"Harga emas tetap menjadi pilihan utama investor dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang tinggi," ujar analis pasar logam mulia dari Metal.com.
Harga Emas Dunia Naik Tipis ke Level 4.030 USD per Ons 4 Agustus 2026 | CNN Indonesia
KomoditasHarga 3 Agustus 2026 (USD/ons)Perubahan Bulanan (%)Perubahan Tahunan (%)
Emas4.055,13-2,6320,18
Perak58,18-6,2255,48
Tembaga6,505,2146,44
  • Kenaikan harga emas hari ini dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS.
  • Inflasi global menjadi faktor utama permintaan emas sebagai lindung nilai.
  • Cadangan emas negara besar berperan dalam kestabilan harga.
  • Prediksi harga emas menunjukkan potensi kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Harga emas dunia pada 4 Agustus 2026 mencerminkan kondisi pasar yang dinamis dan menjadi acuan penting bagi investor serta pelaku ekonomi global dalam mengantisipasi perubahan ekonomi dan inflasi.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Editors Team
Daisy Floren