I.League Terapkan Pengurangan Poin untuk Klub Tak Lolos Lisensi

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id I.League mengumumkan skema pengurangan poin bagi klub yang gagal lolos lisensi dengan penambahan kriteria profesionalisme dari lima menjadi tujuh aspek sesuai arahan AFC.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa pengurangan poin berbeda untuk setiap kasta kompetisi, yakni Super League, Championship, dan Liga Nusantara.

Klub Super League akan kehilangan dua poin untuk setiap aspek yang tidak lolos, sedangkan klub Championship dikurangi satu poin per aspek. Ini berarti potensi pengurangan mencapai 14 poin untuk Super League dan 7 poin untuk Championship jika semua aspek tidak terpenuhi.

"I.League baru saja melakukan seminar, workshop bersama dengan AFC kaitannya dengan club licensing tadi, bahwa tahun ini akan dilakukan tambahan ya, kriteria. Dari lima kriteria yang ada akan menjadi tujuh, ya. Nah, tujuh kriteria ini sebenarnya lebih rigid, tetapi formula penilaiannya akan jauh lebih mudah dibandingkan hanya lima kriteria," ujar Ferry Paulus seusai RUPS I.League di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ferry menambahkan bahwa meskipun jumlah aspek bertambah, proses verifikasi menjadi lebih mudah karena perbandingan aspek yang lebih banyak.

"Sehingga kita punya keyakinan pekerjaannya lebih sulit, tapi verifikasinya akan jauh lebih mudah, ya. Karena apple-to-apple-nya lebih banyak, tujuh atau dibandingkan lima aspek," kata Ferry Paulus.

Untuk kasta kedua, Championship, pengurangan poin satu per aspek diterapkan, sementara Liga Nusantara juga mengikuti aturan ini untuk memastikan standar profesionalisme terpenuhi sebelum klub dipromosikan.

"Pengurangan poin ini masih sama seperti kemarin. Artinya minus 2 di Super League untuk satu kriteria. Kalau yang lalu itu berarti 10 minus kalau mereka fail di lima kriteria. Sekarang tujuh, berarti 14 poin jika itu bermasalah," tutur Ferry Paulus.

"Kemudian di kasta kedua (Championship) itu satu poin, berarti minus tujuh poin. Di kasta ketiga ya, juga kita tekankan untuk mendapatkan minus poin tujuh. Jadi tidak bisa tuh kalau klub tiba-tiba tidak memenuhi syarat dengan kriteria yang tadi untuk promosi," ujar Ferry Paulus menegaskan.

Aturan ini juga bertujuan mengatur mekanisme promosi dan degradasi klub. Jika klub yang akan promosi tidak memenuhi syarat, penggantinya akan ditentukan, dan jika pengganti juga tidak siap, klub yang terdegradasi bisa mendapat kesempatan tetap bertahan melalui wildcard.

"Jadi wajib. Kemudian kita sudah tetapkan juga beberapa poin-poin regulasi jika klub ini yang mau promosi gagal, penggantinya siapa, ya. Kemudian kalau penggantinya ini juga tidak siap, maka langsung kita balik lagi ke klub yang tadinya didegradasi untuk tetap bertahan. Jadi dapat wildcard dia," kata Ferry Paulus, dilansir dari Detik Sport.

Editors Team
Daisy Floren