Inter Miami Hadapi Tantangan Berat di Musim MLS 2026 Setelah Dominasi Messi
FajarBali.co.id Inter Miami menghadapi tantangan besar di musim MLS 2026 setelah dominasi Lionel Messi sejak bergabung pada 2023, dilansir dari Bola. Kekalahan 1-2 dari Toronto FC menandai kekalahan kelima berturut-turut bagi klub asal Florida ini, menempatkan mereka jauh dari posisi teratas Wilayah Timur.
Dengan 13 pertandingan tersisa, Inter Miami tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Wilayah Timur, mengurangi peluang mereka untuk mendapatkan Supporters' Shield dan gelar MLS Cup.
Messi, yang berusia 39 tahun, masih menunjukkan performa impresif dengan mencetak gol ke-14 dalam 18 pertandingan MLS musim ini. Namun, ketergantungan tim pada Messi semakin menjadi masalah utama dalam komposisi skuad mereka.
Menurut Sports Illustrated, struktur skuad Inter Miami bermasalah karena perekrutan pemain lebih diarahkan untuk kenyamanan Messi dalam latihan dan ruang ganti daripada membangun tim yang solid di lapangan.
"Tim yang tampil luar biasa pada musim 2025 kini kehilangan ketajamannya," tulis Sports Illustrated.
Messi terlibat langsung dalam 49 persen gol Inter Miami di musim reguler, tetapi pemain lain kesulitan memberikan dukungan saat Messi tidak menjadi penentu pertandingan.
"Saat kalah 1-4 dari Nashville, Inter Miami kesulitan menghentikan serangan balik yang melibatkan Andy Najar, Hany Mukhtar, dan Sam Surridge," lanjut laporan tersebut. "Permainan Quinn dan Cavan Sullivan membongkar upaya Inter Miami melawan Philadelphia, sementara Markus Cimermancic dan Alonso Coello membuat lini tengah Inter Miami kesulitan saat melawan Toronto."
Masalah semakin nyata ketika lawan fokus menghentikan Messi, karena pemain lain kurang mampu memberikan pengaruh signifikan akibat kecepatan, kebugaran, dan chemistry yang kurang.
Meski Messi masih berpeluang mendapatkan suara di Ballon d'Or 2026 dan merebut Golden Boot MLS, kemampuannya tidak otomatis membuatnya piawai dalam menentukan perekrutan pemain.
Inter Miami belum sepenuhnya mampu menggantikan peran pemain kunci seperti Jordi Alba yang pensiun. Luis Suarez, meski mencetak 10 gol, dinilai memiliki kontribusi terbatas di aspek lain.
Sports Illustrated menilai hampir semua perekrutan baru lebih berfokus pada kenyamanan Messi daripada kebutuhan tim. "Inter Miami membutuhkan bek sayap yang lebih ofensif, pemain tengah yang lebih dinamis, serta pemain muda untuk menambah kedalaman lini serang," tulis media tersebut.
Pada musim dingin, Inter Miami merekrut German Berterame dengan biaya hampir memecahkan rekor klub, tetapi pemain tersebut dinilai kurang cocok karena postur besar, bukan pencetak gol produktif, dan tidak cepat.
Musim panas ini, Inter Miami mendatangkan Casemiro yang tampil kurang maksimal dengan beberapa kesalahan dan kartu kuning, berbeda dengan performa saat masih di Manchester United.
Casemiro, Berterame, dan Rodrigo De Paul menjadi bagian perekrutan yang belum memenuhi kebutuhan tim, sementara pemain seperti Yannick Bright yang masuk MLS All-Star tidak dipilih melalui pendekatan yang berpusat pada Messi.
"Hampir setiap perekrutan terbaru menempatkan Messi sebagai fokus utama, membuat Inter Miami makin bergantung pada pemain berusia 39 tahun ini," menurut laporan tersebut.
Inter Miami perlu mengubah strategi perekrutan pemain agar tidak hanya mengandalkan Messi. Pemilik klub dan Messi sendiri harus fokus mencari pemain yang sesuai kebutuhan posisi dan peran di tim.
Perubahan strategi diharapkan terlihat ketika aturan pembatasan skuad sedikit dilonggarkan sebelum musim 2027, sekaligus untuk memperkuat skuad dengan pemain muda berbakat.
Sebelum itu, klub bisa mempertimbangkan melepas beberapa pemain berusia lanjut dan mencari pengganti yang sesuai untuk menyelamatkan musim 2026.
Messi juga berpeluang meninggalkan Inter Miami pada akhir musim ini, setelah menyinggung kemungkinan pensiun. Jika hal itu terjadi, Inter Miami menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan kesuksesan dan menghindari kembali ke posisi terbawah seperti sebelum kedatangan Messi.