IOC Cabut Skors Komite Olimpiade Rusia untuk Olimpiade Los Angeles 2028

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut sementara status skors Komite Olimpiade Rusia (ROC) pada Selasa waktu setempat, membuka peluang bagi Rusia tampil penuh di Olimpiade Los Angeles 2028 dengan bendera dan lagu kebangsaan mereka, dilansir dari Bola.

Keputusan ini diambil menjelang berbagai ajang kualifikasi Olimpiade yang mulai digelar, untuk memberikan kesempatan setara bagi seluruh atlet mengikuti kompetisi.

IOC juga menyarankan federasi olahraga internasional mengakhiri program peninjauan status netral atlet Rusia yang telah berjalan selama tiga tahun.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyatakan keputusan tersebut adil karena tidak ingin atlet bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka.

"Kami tidak ingin meminta atlet bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka," ujar Coventry.

Coventry menambahkan, "Saya tidak akan berada di posisi ini jika saya harus menanggung konsekuensi ketika negara saya mengalami berbagai persoalan dan dijatuhi sanksi."

Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyaryov, menyambut positif keputusan IOC sebagai lampu hijau untuk memulihkan hak atlet Rusia di kancah internasional.

"Momen kembalinya negara kami ke keluarga Olimpiade menjadi lampu hijau bagi federasi internasional untuk memulihkan hak-hak atlet kami," kata Degtyaryov.

Namun, beberapa federasi olahraga belum mengikuti langkah IOC. World Athletics dan federasi sepak bola internasional FIFA dan UEFA mempertahankan larangan bagi atlet Rusia dan Belarus di kompetisi mereka.

IOC juga menegaskan solidaritas kepada komunitas Olimpiade Ukraina dan memastikan dukungan finansial tetap berlanjut. Federasi renang dunia, World Aquatics, telah mencabut pembatasan terhadap atlet Rusia sejak April 2026.

ROC sebelumnya dijatuhi sanksi pada 2023 terkait struktur organisasi yang memasukkan dewan olahraga dari wilayah pendudukan Ukraina timur. IOC menyatakan ROC telah mengonfirmasi tidak melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

Di Olimpiade Paris 2024, sebanyak 32 atlet Rusia dan Belarus tampil dengan status netral dan meraih lima medali, termasuk satu emas.

Jika proses berjalan lancar, Rusia berpotensi mengirim kontingen mendekati jumlah Olimpiade Tokyo 2020 yang terdiri dari lebih 300 atlet dan meraih 71 medali.

Atlet Rusia harus membuktikan tidak memiliki hubungan dengan militer atau lembaga keamanan negara serta tidak mendukung perang di Ukraina secara terbuka untuk memenuhi syarat status netral.

"Itu menjadi dasar yang cukup kuat bagi kami untuk menentukan siapa yang layak dan pantas tampil di setiap Olimpiade," ujar Coventry mengenai pemantauan aktivitas atlet di media sosial.

Pejabat IOC, James Macleod, menyatakan laporan dari Ukraina terkait unggahan media sosial atlet Rusia akan menjadi bahan pertimbangan IOC.

IOC belum memutuskan apakah Rusia akan kembali tampil dengan bendera dan lagu kebangsaan, dengan keputusan akan diambil pada waktu yang tepat.

Atlet Rusia yang kembali bertanding diwajibkan mengikuti beberapa tes doping dan program pengujian yang diakui. IOC juga memastikan tidak akan menggelar acara di Rusia atau mengundang pejabat pemerintah Rusia.

Editors Team
Daisy Floren