Joan Mir Ungkap Kekecewaan atas Kurangnya Penghargaan Juara Dunia MotoGP 2020
FajarBali.co.id Joan Mir, mantan juara dunia MotoGP 2020, mengungkapkan rasa kecewanya karena prestasi juara dunianya dianggap kurang dihargai oleh banyak pihak, menurut laporan dari Detik Sport.
Pada musim 2020, Mir yang saat itu membalap untuk Suzuki berhasil menjadi kampiun meski jadwal kejuaraan dipangkas menjadi 14 putaran akibat pandemi COVID-19. Ia meraih kemenangan di Grand Prix Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo dan meraih podium di enam balapan lain, termasuk tiga kali finis runner-up.
Mir menutup musim dengan mengumpulkan 171 poin, unggul 13 poin dari Franco Morbidelli dan mengalahkan rekan setimnya Alex Rins yang finis ketiga dengan 139 poin. Musim tersebut juga diwarnai absennya juara bertahan Marc Marquez akibat cedera patah tulang sejak balapan pertama.
Joan Mir masih menjadi satu-satunya juara dunia MotoGP di luar tim Honda, Yamaha, dan Ducati. Prestasi ini berpotensi disamai oleh duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang saat ini menempati dua posisi teratas klasemen MotoGP 2026 sementara.
"Aku tidak tahu apakah orang-orang berpikir bahwa aku balapan sendirian di tahun itu, atau apakah jika Anda tidak juara dengan motor Honda, Yamaha, atau Ducati, maka Anda tidak dianggap penting," ujar Joan Mir kepada Moto.it.
Mir melanjutkan, "Saat aku bergabung dengan Suzuki, aku menyukai tantangan juara dengan Suzuki, yang tidak memenangi titel juara dunia selama lebih dari 20 tahun. Aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapapun: dan orang-orang, rupanya, tidak terlalu menghargai kemenangan itu, padahal itu mengesankan."
Setelah meraih gelar juara dunia, performa Mir mengalami penurunan. Ia menyelesaikan musim 2021 di posisi ketiga dan turun ke peringkat kelima belas pada 2022 bersama Suzuki. Setelah pindah ke Honda, posisi klasemen Mir semakin menurun, yakni ke-22 pada 2023, ke-21 pada 2024, dan ke-15 musim lalu. Pada musim ini, Mir berada di posisi ke-18 klasemen sementara.