Jurnalis Turki Ditahan atas Klaim Transfer Jamal Musiala ke Galatasaray
FajarBali.co.id Jurnalis olahraga asal Turki, Burhan Can Terzi, ditahan setelah mengklaim adanya kemungkinan transfer Jamal Musiala dari Bayern Munchen ke Galatasaray, dalam sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Agung Bakirkoy, Istanbul, dilansir dari Bola.
Kasus bermula dari laporan Terzi pada 26 Juli yang menyebut Musiala akan meninggalkan Bayern Munchen dan bergabung dengan Galatasaray pada musim panas ini. Lima hari setelah laporan itu, Galatasaray membantah kabar tersebut secara resmi.
Galatasaray menyatakan bahwa informasi tentang kepindahan Musiala tidak berdasar dan menilai bahwa penyebaran berita itu merupakan upaya membentuk persepsi negatif terhadap aktivitas transfer klub.
Burhan Can Terzi tetap mempertahankan klaimnya meskipun mendapat bantahan. Ia bahkan mengatakan, "Saya mempertaruhkan hidup saya untuk cerita ini." Namun, sejumlah pendukung Galatasaray menuduh Terzi menyesatkan publik dan menyampaikan pernyataan yang tidak benar.
Keluhan dari pendukung itu memicu pembukaan penyelidikan oleh Kantor Kejaksaan Agung Bakirkoy. Rekaman yang beredar di internet menunjukkan Terzi dibawa oleh aparat kepolisian setempat.
Pada 31 Juli, Galatasaray mengeluarkan pernyataan resmi tanpa menyebut nama Terzi, menegaskan bahwa kabar transfer Musiala sama sekali tidak benar. Klub juga menyebut bahwa pihak yang menyebarkan spekulasi serupa pernah membuat klaim palsu pada musim lalu.
"Karena adanya penyebaran berita palsu dan menyesatkan mengenai klub kami dalam beberapa hari terakhir, kami merasa perlu mengeluarkan pernyataan untuk menginformasikan kepada publik bahwa laporan 'Jamal Musiala akan pindah ke Galatasaray' sepenuhnya tidak berdasar," bunyi pernyataan Galatasaray.
"Perlu dicatat pula bahwa individu dan platform yang bertanggung jawab atas spekulasi tersebut sebelumnya juga membuat klaim palsu serupa pada musim lalu," tambah klub tersebut.
Kasus Terzi ini menjadi catatan sebagai penerapan pertama undang-undang disinformasi dalam pemberitaan olahraga, menurut laporan Give Me Sport.