Juventus Menang Tipis 1-0 atas Frosinone di Serie A
FajarBali.co.id Juventus membuka musim Serie A 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Frosinone pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, di kandang sendiri.
Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Gleison Bremer melalui sundulan dari situasi bola mati. Namun, Bremer bersama rekan setimnya, Francisco Conceicao dan Pierre Kalulu, sepakat bahwa Juventus seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dan memastikan kemenangan lebih awal.
Bremer mengakui bahwa Juventus harusnya sudah mengunci kemenangan sejak babak pertama seperti musim lalu. "Saya senang dengan gol ini, tetapi ini baru awal musim. Kami sebenarnya bisa menyelesaikan pertandingan sejak babak pertama, seperti tahun lalu. Masih banyak yang harus dikerjakan dan diperbaiki di berbagai aspek, tetapi saya mengucapkan selamat kepada tim atas kemenangan ini," ujar Bremer kepada DAZN, dilansir dari Bola.
Bremer juga menyinggung soal kemampuannya mencetak gol. "Saya selalu memiliki kualitas ini dan selalu mengasahnya. Setelah tahun yang sulit, hal itu tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang pasti. Saya senang bisa membantu tim dengan membuka keunggulan melalui bola mati," tambahnya.
Meski begitu, Bremer menegaskan fokus utamanya tetap membantu lini pertahanan. "Tujuannya adalah bertahan dan kembali ke level saya sebelumnya. Namun, saya yakin akan mencetak beberapa gol lagi," katanya.
Francisco Conceicao yang memberikan assist untuk gol Bremer menilai Juventus mampu mengendalikan pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang ada. "Kami membawa pertandingan sesuai keinginan kami. Kami bisa mencetak dua, tiga, atau empat gol, dan itu akan bagus, tetapi kami tidak mampu melakukannya," ujar Conceicao, seperti dikutip dari Bola.
Conceicao tetap menganggap kemenangan ini sebagai langkah awal yang positif. "Bagus bisa memenangkan pertandingan ini. Kami memulainya dengan baik dan itu yang terpenting.
Di lini depan kami memiliki banyak pilihan. Itu bagus karena membuat tim lebih kompetitif," tambahnya.
Conceicao juga mengakui bahwa para pemain depan termasuk dirinya harus meningkatkan performa agar bisa menutup pertandingan lebih cepat. "Kami selalu harus melakukan lebih banyak hal, termasuk saya sebagai penyerang. Kami tidak menutup pertandingan dan harus berkembang, termasuk saya sendiri, agar bisa menyelesaikan pertandingan lebih awal," tuturnya.
Bek Pierre Kalulu juga menilai laga pertama selalu sulit dan Juventus sebenarnya berpotensi mencetak banyak gol. "Pertandingan ini sebenarnya bisa berakhir dengan banyak gol untuk kami. Saya juga bisa mencetak gol. Pertandingan pertama selalu sulit," kata Kalulu kepada DAZN, dilansir dari Bola.
Kalulu menyampaikan bahwa pelatih Luciano Spalletti membantunya keluar dari zona nyaman, sehingga menjadi pemain yang lebih lengkap. "Pelatih membantu saya. Dia berusaha mendorong saya keluar dari zona nyaman. Pada akhirnya, saya menjadi pemain yang lebih lengkap dan saya senang hal itu mulai terlihat," ujar Kalulu.
Kalulu juga memberikan dukungan kepada Randal Kolo Muani yang mendapat sorotan setelah pertandingan. "Saya senang. Dia adalah pemain yang sangat kuat, membantu kami tampil lebih baik dan membawa kualitasnya. Hari ini dia mendapatkan peluang dan saya mendoakan yang terbaik untuknya," tutup Kalulu.