Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Hari Ini 24 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia, yakni BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI, tercatat pada Selasa, 24 Agustus 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan harga beli mulai dari Rp17.685 hingga Rp17.715 dan harga jual berkisar Rp18.070 hingga Rp18.471 per dolar AS.

BCA

Per 24 Agustus 2026, BCA menetapkan kurs e-Rate untuk pembelian dolar AS pada Rp17.685 dan kurs jual di angka Rp17.715. Selisih antara kurs jual dan beli di BCA mencapai sekitar Rp30, menunjukkan spread yang cukup ketat dibandingkan periode sebelumnya.

Bank Mandiri

Bank Mandiri mencatat harga beli dolar AS di kisaran Rp17.800 dan harga jual di angka Rp18.435. Meski terdapat selisih antara harga jual dan beli, kondisi ini masih dalam rentang normal yang biasa terjadi di pasar valuta asing.

BRI dan BNI

BRI mematok harga beli dolar AS sekitar Rp17.800 dengan harga jual mencapai Rp18.453, sedangkan BNI menetapkan kurs beli di Rp17.800 dan kurs jual Rp18.417. Selisih harga jual dan beli masing-masing bank ini menunjukkan spread yang berkisar antara 5,54% hingga 6,17%, selaras dengan data terbaru yang dirilis pertengahan Agustus 2026.

Perbandingan Kurs dan Konteks Pasar

Berdasarkan data terbaru pada 31 Juli 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menguat ke level Rp18.022 per dolar AS dengan penguatan sebesar 0,49%. Namun, pergerakan kurs tetap diprediksi bergerak fluktuatif antara Rp17.850 sampai Rp18.150 untuk pekan mendatang, mengindikasikan volatilitas yang moderat di pasar valuta asing.

Perbedaan kurs jual dan beli pada 17 Agustus 2026 di bank-bank besar menunjukkan adanya variasi margin yang cukup luas, di mana BCA memiliki selisih terbesar sebesar Rp1.073 atau 6,17%, diikuti oleh BRI dan Mandiri dengan selisih di atas Rp1.000. Hal ini menjadi perhatian bagi konsumen yang ingin memantau kurs valas terbaik di bank mana untuk melakukan transaksi.

Faktor Pengaruh dan Implikasi

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom

Pengaruh suku bunga The Fed terhadap nilai tukar rupiah masih menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar valuta asing Indonesia. Kebijakan moneter AS yang cenderung ketat berdampak pada penguatan dolar AS dan menekan rupiah. Kondisi ini memengaruhi harga beli dan jual dolar di bank-bank besar, termasuk BCA, Mandiri, BRI, dan BNI.

Dengan adanya prediksi nilai tukar rupiah yang fluktuatif, masyarakat disarankan untuk memantau kurs dolar secara real time melalui sumber resmi agar dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih tepat.

Informasi Tambahan dan Referensi

Menurut data resmi dari BCA, Mandiri, BRI, dan BNI, kurs yang tercatat pada 24 Agustus 2026 ini merupakan acuan bagi masyarakat dan pelaku pasar dalam mengukur nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tingkat perbankan.

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga The Fed, yang berdampak pada pergerakan kurs jual dan beli di bank-bank besar," ujar analis keuangan dari salah satu bank nasional.

Data ini menjadi penting untuk dipahami oleh masyarakat yang ingin mengetahui "kurs dolar hari ini di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI" serta memahami "apa beda kurs jual dan beli" agar dapat mengoptimalkan transaksi valuta asing mereka.

Editors Team
Daisy Floren