King Power Tawarkan Leicester City dengan Harga Lebih dari Rp4,8 Triliun
FajarBali.co.id King Power resmi menawarkan Leicester City untuk dijual dengan harga lebih dari 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4,81 triliun, seperti dilansir dari Bola pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Penjualan ini mencakup klub utama, tim putri, Stadion King Power yang berkapasitas 32 ribu penonton, serta fasilitas latihan Seagrave yang bernilai sekitar 121 juta poundsterling. Klub Belgia OH Leuven juga termasuk dalam paket penjualan tersebut.
Dokumen penawaran yang disusun oleh bank investasi Citigroup menyebutkan nilai aset fisik Leicester mencapai lebih dari 200 juta poundsterling, namun belum ada angka pasti untuk penjualan tim yang saat ini sedang mengalami kesulitan tersebut.
Leicester pernah mengejutkan dunia dengan meraih gelar Premier League 2015/2016 dan trofi Piala FA 2021. Namun kini, The Foxes terpuruk di League One setelah dua kali mengalami degradasi beruntun dari Premier League dan Championship.
Citigroup memproyeksikan pendapatan Leicester bisa mencapai 97 juta poundsterling untuk tahun finansial 2026, meski laporan keuangan 2025 menunjukkan klub memiliki pinjaman bank sebesar 103,6 juta poundsterling dan kerugian lebih dari 180 juta poundsterling selama periode naik-turun di kasta tertinggi.
Keluarga Srivaddhanaprabha melalui King Power telah memiliki Leicester sejak 2010. Saat ini posisi chairman dipegang oleh Khun Aiyawatt "Top" Srivaddhanaprabha setelah ayahnya, Khun Vichai Srivaddhanaprabha, meninggal dalam kecelakaan helikopter 2019.
Kabar penjualan mencuat pertama kali pada Juli 2026, dengan dokumen penawaran yang kini beredar kepada calon investor sebagai konfirmasi pencarian pemilik baru oleh King Power.
"Saya turut bertanggung jawab atas kemerosotan Leicester dalam beberapa tahun terakhir," ujar Khun Aiyawatt Srivaddhanaprabha.
Para pendukung klub kian mendesak King Power menjual Leicester, dengan protes terjadi di sekitar Stadion King Power setelah degradasi ke League One pada musim lalu.
Masalah finansial bisnis duty-free King Power di Thailand menjadi latar belakang yang turut mempengaruhi keputusan penjualan klub.
Meski demikian, Leicester masih dianggap sebagai klub dengan nilai historis tinggi. The Foxes adalah satu dari lima klub Inggris yang menjuarai tiga trofi utama sejak 2000.
Akademi klub juga menjadi aset penting, dengan sistem pengembangan talenta yang kuat dan jaringan scouting yang baik. Contohnya, Jeremy Monga yang dilepas ke Manchester City dengan nilai transfer 10 juta poundsterling bulan lalu.
Namun, pemilik baru menghadapi tantangan besar karena Leicester baru dua kali terdegradasi ke League One sepanjang sejarah, terakhir pada musim lalu.