Kontroversi Handball Harry Maguire Picu Potensi Perubahan Aturan Premier League
FajarBali.co.id Kemenangan Manchester United atas Ipswich Town dengan skor 2-1 di Old Trafford memunculkan kontroversi terkait gol kedua MU yang melibatkan handball Harry Maguire.
Dikutip dari Bola, Ipswich lebih dulu unggul melalui gol Leif Davis, kemudian Bruno Fernandes menyamakan kedudukan menjelang babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, MU berhasil membalikkan keadaan. Bola tembakan Maguire mengenai Jacob Greaves dan masuk ke gawang, tercatat sebagai gol bunuh diri pemain Ipswich.
Tayangan ulang menunjukkan bola sempat menyentuh tangan Maguire sebelum tembakan dilepaskannya. Pemain dan pendukung Ipswich meminta gol itu dianulir, namun VAR tetap mengesahkannya setelah pemeriksaan.
Aturan yang berlaku menyatakan jika Maguire langsung mencetak gol setelah handball, maka gol akan dianulir dan Ipswich mendapat tendangan bebas. Namun, gol tetap sah karena bola masuk setelah mengenai Greaves, bukan langsung dari Maguire.
Mantan penyerang Premier League, Jay Bothroyd, menilai aturan ini tidak adil dan potensial berubah musim depan. Ia menjelaskan bahwa meskipun handball Maguire tidak disengaja, gol tetap tercipta akibat sentuhan tangannya.
"Mereka mengambil keputusan yang benar karena memang itu aturannya. Tetapi, aturannya buruk. Pada akhirnya, itu handball dan gol tercipta karenanya. Itu tidak adil," kata Bothroyd kepada Sky Sports.
Bothroyd menambahkan bahwa handball terjadi tanpa disengaja, namun gol seharusnya dianulir karena bola jatuh ke Maguire dan berujung pada gol melalui defleksi.
"Handball Maguire tidak disengaja karena tangannya berada di atas. Tetapi, ketika bola jatuh kepadanya, dia melepaskan tembakan dan bola masuk melalui defleksi, permainan seharusnya dikembalikan. Gol itu tidak akan terjadi jika bola tidak mengenai tangannya," lanjutnya.
Bothroyd juga menilai keputusan wasit sudah benar sesuai aturan, tetapi aturan itu sendiri yang perlu diperbaiki supaya tidak menguntungkan MU secara tidak adil.
Sementara itu, mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, berpendapat berbeda dan mendukung keputusan wasit Craig Pawson serta VAR yang mengesahkan gol tersebut.
Gallagher menjelaskan bola mengenai tangan Maguire bukan pelanggaran jika tidak ada unsur kesengajaan dan gol tidak langsung dicetak oleh pemain tersebut.
"Ini jelas keputusan yang tepat. Bola memang mengenai tangannya, tetapi bola mengenai tangan bukan sebuah pelanggaran dengan sendirinya. Harus ada unsur kesengajaan atau bola berujung pada gol yang dicetak oleh pemain itu sendiri," ujar Gallagher.
Ia menambahkan gol itu tercipta setelah bola membentur Greaves, sehingga gol dicatat sebagai gol bunuh diri, sesuai aturan yang sudah diubah beberapa tahun lalu.
"Jadi, bukan karena kesalahan wasit atau VAR, mereka harus memberikan gol itu. Aturannya memang selalu seperti itu. Ini jelas gol bunuh diri dan sudah tercakup dalam hukum permainan," tambahnya.
Gallagher menilai insiden ini adalah handball tidak disengaja yang merugikan Ipswich, tetapi perdebatan seharusnya ditujukan pada apakah aturan tersebut disukai atau tidak, bukan keputusan wasit.
Selain kontroversi handball, kemenangan MU juga dibantu oleh hattrick Bruno Fernandes yang menjadi kunci kebangkitan setelah kekalahan dari Hull City sebelumnya. Bryan Mbeumo juga menyumbang satu gol dalam pertandingan tersebut.