Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat Hari Ini 4 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar Amerika Serikat di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) tercatat menguat pada Selasa, 4 Agustus 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.170 per USD di keempat bank tersebut, sesuai data yang dihimpun pada pagi hari.

Bank Central Asia (BCA)

Di BCA, kurs jual dolar AS untuk jenis e-rate berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.080, sementara kurs beli berkisar Rp17.980 hingga Rp17.990. Untuk transaksi fisik melalui TT counter dan bank notes, harga jual dolar AS bisa mencapai Rp18.150. Pergerakan ini menunjukkan penguatan nilai tukar rupiah dibandingkan pekan sebelumnya.

Bank Mandiri

Bank Mandiri melaporkan nilai tukar dolar AS serupa, dengan harga jual e-rate mendekati Rp18.070 dan beli pada kisaran Rp17.960. Kurs TT counter juga menunjukkan harga jual yang sedikit lebih tinggi, mencerminkan spread yang lebih lebar untuk transaksi fisik.

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI mencatat kurs jual dolar AS untuk e-rate berada antara Rp17.995 sampai Rp18.099, dengan kurs beli mulai Rp17.870 hingga Rp17.897. Harga jual di TT counter dan bank notes mencapai Rp18.170, menandai posisi teratas dalam kisaran bank nasional.

Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI juga menunjukkan tren serupa dengan harga jual dolar AS di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.120 untuk transaksi TT counter, dan kurs e-rate yang sedikit lebih rendah, menyesuaikan dengan transaksi digital.

Faktor Penguatan Rupiah dan Dampak Pasar

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 4 Agustus 2026 ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Menurut laporan, kebijakan suku bunga The Fed yang stabil, inflasi global yang terkendali, serta neraca perdagangan Indonesia yang cukup positif turut mendukung stabilitas nilai tukar.

Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS pada awal Agustus ini, dengan won Korea dan yen Jepang terapresiasi signifikan, memperkuat sentimen positif di pasar regional. Rupiah dibuka menguat 0,26% pada Rp17.975 per USD pada 3 Agustus 2026, menunjukkan tren positif yang berlanjut.

Jenis Kurs dan Perbedaan di Bank

Perlu diketahui, setiap bank menerapkan beberapa jenis kurs, yaitu e-rate untuk transaksi digital dengan spread lebih tipis, TT counter untuk transaksi fisik dengan spread lebih lebar, dan special rate khusus untuk transaksi dengan nominal besar di atas USD 25.000. Perbedaan jenis kurs ini mempengaruhi harga jual dan beli dolar AS yang tercatat di masing-masing bank.

BankKurs Beli (e-rate)Kurs Jual (e-rate)Kurs Jual (TT Counter)
BCARp17.980–17.990Rp18.000–18.080Rp18.150
Bank MandiriRp17.960Rp18.070Rp18.120
BRIRp17.870–17.897Rp17.995–18.099Rp18.170
BNIRp18.000–18.060Rp18.120

Rekomendasi Memahami Kurs Valas

Bagi nasabah yang ingin memanfaatkan nilai tukar terbaik, disarankan untuk memahami perbedaan antara kurs e-rate dan TT counter serta memilih waktu transaksi yang tepat. Transaksi digital melalui e-rate biasanya menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan transaksi fisik.

"Fluktuasi nilai tukar saat ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global dan kondisi perdagangan, sehingga nasabah perlu memantau informasi resmi dari bank terkait," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset.

Pergerakan kurs ini diharapkan tetap stabil seiring dengan penguatan ekonomi domestik dan global. Rentang perdagangan rupiah diperkirakan antara Rp17.850 hingga Rp18.150 per USD selama pekan pertama Agustus 2026, sesuai dengan data dari beberapa sumber keuangan nasional.

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren