Liverpool Buru Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain di Bursa Transfer

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Liverpool menjadi kandidat utama untuk merekrut Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain setelah sang penyerang menolak memperpanjang kontrak di klub Prancis tersebut, menurut laporan dari Bola.

Penolakan Barcola membuka peluang bagi Liverpool untuk mengisi posisi lini depan yang kosong usai kepergian Mohamed Salah. Negosiasi antara Liverpool dan PSG dikabarkan sedang berlangsung dengan harga menjadi faktor utama pembicaraan.

Barcola, yang berusia 23 tahun dan memiliki kontrak hingga Juni 2028, menolak tiga tawaran perpanjangan kontrak dari PSG. Situasi ini dikonfirmasi oleh Fabrizio Romano, L'Equipe, dan Fabrice Hawkins dari RMC Sport.

"Barcola menolak tawaran terbaru dari juara Liga Champions UEFA tersebut," ujar Fabrizio Romano, jurnalis sepak bola.

Barcola juga kerap menjadi pemain pengganti di bawah pelatih Luis Enrique, yang membuatnya kehilangan posisi sebagai starter reguler.

PSG awalnya memasang harga sekitar €150 juta untuk Barcola, namun kini harga itu naik menjadi €170 juta, yang berpotensi melampaui rekor transfer Liverpool sebelumnya sebesar €145 juta untuk Alexander Isak pada Agustus 2025.

"Usia muda dan performa Barcola di level klub serta tim nasional membenarkan tuntutan harga tersebut," kata perwakilan PSG.

Namun, nilai pasar menurut Transfermarkt lebih rendah, yakni sekitar €90 juta, menunjukkan perbedaan signifikan dengan permintaan klub Paris.

Sejak bergabung dengan PSG, Barcola mencatat 39 gol dan 37 assist dari 152 pertandingan di semua kompetisi. Pada musim 2025–26, ia memberikan kontribusi 13 gol dan 7 assist dari 49 laga.

Di Piala Dunia 2026, Barcola juga tampil menonjol dengan menyumbang 3 gol dan 1 assist untuk timnas Prancis.

Selain Liverpool, beberapa klub besar seperti Bayern Munich, Arsenal, dan Chelsea juga mengamati situasi Barcola. Arsenal diyakini mengajukan tawaran mendekati nilai pasar €90 juta, jauh di bawah tuntutan PSG.

Untuk Liverpool, Barcola dianggap cocok dengan gaya permainan yang diterapkan pelatih Andoni Iraola dan menjadi pengganti ideal setelah kepergian Mohamed Salah.

Editors Team
Daisy Floren