Patih Gajah Mada Tetapkan Sumpah Palapa untuk Persatuan Nusantara

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa sebagai ikrar persatuan Nusantara pada 5 Agustus 2026, menegaskan tekadnya untuk menyatukan wilayah-wilayah yang belum dikuasai Kerajaan Majapahit. Peristiwa ini terjadi di wilayah Majapahit yang kini menjadi bagian dari Jawa Timur.

Sumpah Palapa merupakan janji sakral yang diucapkan Gajah Mada, seorang mahapatih legendaris di era Majapahit, untuk tidak menikmati palapa atau kenikmatan dunia sampai seluruh Nusantara bersatu di bawah kekuasaan Majapahit. Ikrar ini menjadi simbol perjuangan dan visi politik yang kuat dalam sejarah Nusantara.

Menurut catatan sejarah dari berbagai sumber, Sumpah Palapa diucapkan oleh Gajah Mada pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang berlangsung pada abad ke-14. Ikrar tersebut menjadi landasan bagi ekspansi Majapahit ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tunduk, seperti di Maluku, Sunda, dan daerah-daerah lain di kepulauan Nusantara.

Arti Sumpah Palapa

Sumpah Palapa mengandung makna bahwa Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati segala bentuk kenikmatan duniawi—disebut palapa—sampai cita-citanya untuk menyatukan Nusantara tercapai. Hal ini menunjukkan dedikasi dan pengorbanan besar yang dilakukan sebagai patih kerajaan.

Isi Sumpah Palapa

Isi sumpah tersebut secara ringkas menyatakan bahwa Gajah Mada tidak akan menikmati palapa sampai menguasai wilayah-wilayah penting Nusantara, termasuk Maluku, Bali, Sunda, dan sebagainya. Ini menjadi pijakan bagi strategi politik dan militer Majapahit dalam memperluas pengaruhnya.

Konteks Sejarah dan Lokasi

Sumpah Palapa diucapkan di wilayah Majapahit, yang saat ini masuk dalam kawasan Jawa Timur. Meski ada kontroversi lokasi tepatnya, sebagian besar ahli sejarah sepakat bahwa sumpah tersebut terjadi di lingkungan kerajaan pada masa kejayaan Majapahit.

Kejadian ini berlangsung pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, di mana Gajah Mada menjabat sebagai mahapatih yang berperan penting dalam pengelolaan dan ekspansi kerajaan.

Dampak dan Relevansi Sumpah Palapa

Sumpah Palapa menjadi fondasi utama dalam sejarah persatuan Nusantara dan perjalanan Majapahit sebagai kerajaan besar. Sumpah ini memicu berbagai peperangan dan ekspansi, termasuk konflik bersejarah seperti Perang Bubat yang melibatkan Majapahit dan Kerajaan Sunda.

Menurut laporan sejarah, alasan Perang Bubat terjadi berkaitan erat dengan politik pernikahan kerajaan yang gagal dan ambisi Gajah Mada untuk memperkuat kekuasaan Majapahit di wilayah barat Nusantara.

"Sumpah Palapa merupakan bukti nyata dedikasi Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara dan memperkuat Majapahit," ujar seorang sejarawan dari Universitas Indonesia.

Sumpah ini juga mengilhami semangat persatuan dan kerja keras dalam konteks modern Indonesia sebagai penerus bangsa Nusantara.

Sumpah Palapa Gajah Mada Zaman Digital Podcast Nusantara

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed