Pelatih Persib Tanda Mariano Peralta Belum Jadi Starter di Final Piala Presiden

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberi sinyal bahwa Mariano Peralta belum akan menjadi pemain starter saat menghadapi Persebaya Surabaya pada final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Bola.

Peralta baru menjalani debutnya bersama Persib pada semifinal melawan Persija Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemain terbaik BRI Super League musim lalu itu masuk sebagai pemain pengganti menit ke-89 setelah kembali berlatih bersama tim pada 30 Juli.

Igor sengaja memberikan waktu bermain terbatas kepada Peralta karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya siap. Ia tidak ingin mengambil risiko pada pemain yang diproyeksikan menjadi andalan Persib musim ini.

"Saya sebenarnya ingin memberikan dia sedikit waktu bermain karena sudah lama tidak berlatih bersama tim. Kemarin saya hanya ingin memberinya kesempatan kembali merasakan lapangan dan berkumpul lagi dengan rekan-rekannya. Dia sangat senang bisa kembali bergabung dan sebenarnya ingin bermain lebih lama," ujar Igor, Rabu (5/8/2026).

Meskipun demikian, Igor membuka peluang memberikan menit bermain lebih banyak kepada Peralta saat melawan Persebaya, dengan peningkatan beban secara bertahap.

"Kalau kondisinya baik besok, mungkin kami akan memberinya waktu bermain sedikit lebih banyak. Kami harus meningkatkan beban pertandingan dan beban latihannya secara bertahap," tegasnya.

Igor menegaskan fokus utama bukan hanya final Piala Presiden, tapi memastikan seluruh pemain dalam kondisi terbaik menjelang laga play-off Kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027 melawan Manila Digger pada 31 Agustus di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Kami ingin Peralta benar-benar siap dalam kondisi sehat untuk pertandingan tanggal 31 Agustus nanti karena bagi kami dia adalah pemain yang sangat penting. Begitu juga dengan beberapa pemain lain," katanya.

Igor juga menyatakan bahwa manajemen menit bermain harus dilakukan hati-hati untuk menghindari risiko cedera pada pemain yang sudah banyak bermain.

"Mereka sudah bermain cukup banyak sehingga kami harus mencari cara mengatur menit bermain tanpa mengambil risiko terlalu besar. Memang mustahil menghindari risiko sepenuhnya, tetapi kami akan berusaha mengelolanya sebaik mungkin," lanjut Igor.

Karena itu, Igor memperkirakan final melawan Persebaya tidak akan berlangsung dengan tempo tinggi karena kedua tim kemungkinan menjaga energi pemain.

"Mungkin kami bisa mengontrol tempo pertandingan. Saya rasa laga nanti akan berjalan cukup lambat dari kedua tim. Kita lihat saja bagaimana jalannya pertandingan," tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren