Presiden Barcelona Beri Batas Waktu Tawaran untuk Julian Alvarez
FajarBali.co.id Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyatakan klubnya tidak akan menunggu tanpa batas dalam perburuan Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas 2026, seperti dilansir dari Bola.
Barcelona telah mengajukan tawaran kepada Atletico Madrid untuk Alvarez, tetapi Laporta menegaskan tawaran tersebut memiliki batas waktu dan bisa ditarik jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan.
Setelah mendatangkan Anthony Gordon dan hampir mengamankan Karim Adeyemi, Barcelona masih menjadikan Alvarez sebagai target utama. Penyerang Argentina itu telah mencetak 49 gol dalam 106 penampilan bersama Atletico Madrid.
Laporta menjelaskan tawaran dibuat karena Alvarez disukai oleh manajemen olahraga dan pelatih Barcelona.
"Tawaran itu dibuat dengan tujuan merekrut pemain yang disukai oleh departemen olahraga dan juga pelatih. Menurut saya, dia adalah pemain hebat. Kami tetap mempertahankan tawaran yang sangat serius, tetapi masa berlakunya tidak tanpa batas," ujar Laporta.
Presiden Barcelona menegaskan klub tidak akan mengikuti ritme negosiasi yang ditentukan pihak lain.
"Dalam urusan transfer Julian, tentu kami tidak akan mengikuti irama pihak lain. Kami yang akan menentukan ritmenya," tegas Laporta.
Laporta juga mengungkapkan telah berbicara langsung dengan CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil, untuk meluruskan kesalahpahaman terkait tawaran Barcelona.
"Saya sudah berbicara dengan Miguel Angel Gil. Seperti biasa, kami berdiskusi secara terbuka dan sangat jelas. Hubungan kami dengan Atletico Madrid sangat baik," kata Laporta.
"Pada awalnya memang ada sedikit kesalahpahaman mengenai tawaran yang kami ajukan, tetapi saya sudah menjelaskannya kepadanya."
Laporta menambahkan Barcelona tidak akan memberikan tekanan tambahan kepada Atletico Madrid dan akan mempertahankan tawaran selama Atletico masih memiliki alternatif pengganti Alvarez.
"Saya hanya mengatakan bahwa selama mereka memiliki alternatif pengganti Julian Alvarez, maka tawaran kami akan tetap berada di atas meja. Untuk saat ini, situasinya belum berkembang lebih jauh," pungkas Laporta.