PRSI Tetapkan Peran Sentral sebagai Induk Organisasi Renang Indonesia 2026
FajarBali.co.id Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menegaskan posisinya sebagai induk organisasi renang nasional pada 13 Agustus 2026 di Jakarta. PRSI bertanggung jawab mengatur dan mengelola seluruh cabang olahraga renang di Indonesia, sekaligus sebagai perwakilan resmi Indonesia di organisasi renang internasional.
PRSI secara resmi didirikan pada 5 Maret 2012 dengan akta hukum di Jakarta Timur, meskipun organisasi ini telah ada sejak 1917 dengan nama Bandungse Zwembond. Sejarah panjang PRSI mencerminkan evolusi olahraga renang di Indonesia, termasuk perubahan nama dan kepengurusan yang berlangsung sejak 1951 saat Zwembond Voor Indonesia berganti menjadi PBSI, kemudian menjadi PRSI pada 1957.
Peran PRSI sebagai induk organisasi renang di Indonesia mencakup pembinaan atlet, pengembangan kompetisi, hingga pengelolaan administrasi olahraga renang di tingkat nasional dan internasional. Organisasi ini juga anggota Federasi Renang Dunia (FINA) sejak 1952, dengan catatan pengunduran diri dan kembalinya keanggotaan pada 1966.
Awal Mula dan Transformasi Nama
PRSI berawal dari Bandungse Zwembond (1917), yang kemudian diikuti oleh organisasi daerah seperti West Java Zwembond (1918) dan Netherland Indische Zwembond (1924). Pada 21 Maret 1951, organisasi nasional Zwembond Voor Indonesia berganti nama menjadi PBSI dan akhirnya menjadi PRSI pada kongres IV tahun 1957 di Bandung.
Kepengurusan dan Kongres
Kongres pertama PRSI diadakan pada 1951 di Jakarta, memilih Prof. dr. Poerwo Soedarmo sebagai ketua umum pertama. Sejak itu, kepengurusan mengalami beberapa pergantian, termasuk D.
Soeprajogi pada 1954, Hilmi Panigoro pada 2009, dan Sandiaga Uno pada 2013. Saat ini, ketua umum PRSI terus mengawal visi pengembangan renang Indonesia.
Peran PRSI dalam Dunia Renang Nasional dan Internasional
Tugas Induk Organisasi Renang di Indonesia
PRSI menjalankan tugas utama sebagai pembina olahraga renang di tanah air melalui:
- Penyelenggaraan kompetisi renang di berbagai level
- Pengembangan dan pelatihan atlet renang nasional
- Koordinasi dengan organisasi internasional seperti FINA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC)
- Standarisasi teknik dan aturan dalam cabang renang
Hubungan dengan FINA dan Perubahan Nama
PRSI adalah anggota FINA sejak 1952, yang merupakan induk organisasi renang dunia berdiri di Manchester pada 1908. Pada 2023, PRSI mengubah nama menjadi Akuatik Indonesia untuk menyesuaikan dengan perubahan nama FINA menjadi World Aquatics, menunjukkan komitmen mengikuti dinamika olahraga renang global.
Data Kepengurusan dan Prestasi
| Periode | Ketua Umum | Perubahan Nama | Keanggotaan FINA |
|---|---|---|---|
| 1917-1951 | – | Bandungse Zwembond | – |
| 1951-1957 | Prof. dr. Poerwo Soedarmo | PBSI | 1952 |
| 1957-sekarang | Beragam, termasuk Hilmi Panigoro dan Sandiaga Uno | PRSI / Akuatik Indonesia (2023) | 1966-kini |
PRSI juga berperan dalam prestasi renang Indonesia di tingkat dunia, mendukung atlet bertanding di SEA Games dan kejuaraan internasional lainnya.
"PRSI berkomitmen mencetak atlet renang berkelas dunia dengan pembinaan berkelanjutan," ujar Ketua Umum PRSI saat ini.