PT Liga Utama Indonesia Kelola Kompetisi Championship Terpisah dari I.League
FajarBali.co.id PT Liga Utama Indonesia (PT LUI) resmi menjalankan mandat pengelolaan kompetisi Championship secara terpisah dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB/I.League) setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Senin (24/8/2026), dilansir dari Detik Sport.
PT LUI mengelola Pegadaian Championship dan EPA Championship dengan struktur saham berbeda dari PT LIB. PT LIB memiliki 50 persen saham PT LUI, sementara sisanya dibagi rata ke 20 klub Championship.
Advisor I.League Budiman Dalimunthe menjelaskan, "Ini RUPS tahunan ya. Ada RUPS tahunan PT Liga Utama Indonesia membahas prosesi dari kegiatan corporate untuk tahun 2025 sampai ke semester ini. Kemudian dilanjutkan dengan RUPS LB karena adanya perubahan kepemilikan saham PT Liga Utama Indonesia."
Budiman menambahkan, "Di RUPS LB juga disetujui beberapa agenda di antaranya perubahan susunan komisaris. Tadinya hanya Pak Sadikin (Aksa) mewakili pemilik saham PT Liga Indonesia Baru, ditambahkan dengan komisaris independen Pak Amir Burhanuddin ya, mewakili klub dia dari Deltras."
"Sementara direksinya masih sama, Dirutnya Pak Ferry Paulus dan direkturnya Pak Asep (Saputra). Kemudian disetujui juga agenda-agenda kegiatan, jumlah pertandingan, kegiatan-kegiatan lain, dan juga aspek bisnisnya," ujar Budiman.
Lahirnya PT LUI merupakan realisasi dari wacana pemisahan operator dua kompetisi yang dicetuskan sejak Maret 2023 dalam Sarasehan PSSI di Surabaya agar Liga 2 (sekarang Championship) dapat dikelola secara independen.
Budiman menjelaskan, "Tahun lalu ya dibentuknya. Itu kan kalau kalian refer ke Kongres (PSSI), kongres setelah Pak Ketum terpilih 2023 ya, kan memang sudah co-tier ya menghendaki adanya badan hukum baru untuk Liga 2 ya. Liga 2 dulu namanya, sekarang jadi Championship."
"Nah tahun lalu baru diwujudkan karena kan selama ini masih berinduk ke PT Liga Indonesia Baru. Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tapi pasti kan nanti jadi lebih mandiri, lebih mandiri entitas bisnisnya terpisah agar lebih jelas juga nanti kan," tambahnya.
Budiman menegaskan, "Baik itu kalau ada keuntungan dividen, kalau ada kerugian ya ditanggung bersama. Jadi perlahan tapi pasti ini terjadi pemisahan badan hukum untuk Super League maupun Championship. Jadi ini lahir dari kongres yang 2023 ya."