Rafa Benitez Ungkap Alasan Karier Singkat Xabi Alonso di Real Madrid

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Mantan pelatih Real Madrid, Rafa Benitez, mengungkap alasan di balik karier singkat Xabi Alonso sebagai pelatih Los Blancos yang penuh tantangan, yang menurutnya dipengaruhi oleh politik internal klub, sebagaimana dilansir dari Bola.

Alonso diangkat sebagai pelatih Real Madrid pada Juni 2025, namun hanya bertahan hingga Januari 2026. Selama masa kepelatihannya, Alonso membawa klub meraih 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan dari 34 pertandingan.

Benitez mengaitkan pengalaman Alonso dengan pengalamannya sendiri yang juga singkat. Ia menjadi pelatih Real Madrid pada musim panas 2015 dan hanya bertahan hingga Januari 2016, dengan catatan 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam 24 pertandingan kompetitif.

"Di Real Madrid, seperti yang Anda katakan, Xabi memiliki banyak kesamaan dengan saya. Dia suka bekerja, mengatur berbagai hal, kemudian berbicara dengan para pemain mengenai apa yang ingin mereka lakukan," ujar Benitez dalam wawancara dengan BBC.

"Tetapi di Real Madrid, ada banyak politik yang terlibat. Mungkin itulah yang membuat semuanya menjadi lebih rumit," tambahnya.

Benitez menilai bahwa baik dirinya maupun Alonso memiliki metode kerja yang terstruktur dan berusaha menerapkan filosofi masing-masing, namun dinamika internal dan hubungan dengan pemain menjadi tantangan besar dalam menangani klub sebesar Real Madrid.

Meski meninggalkan Real Madrid, Alonso tetap memiliki reputasi positif setelah membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024, serta membawa tim ke final Liga Europa.

Saat ini, Alonso melanjutkan kariernya sebagai pelatih Chelsea dan memulai debutnya di Premier League dengan kemenangan atas Fulham. Ia menjadi pelatih Chelsea pertama sejak Maurizio Sarri pada 2018 yang mampu membawa tim mencetak tiga gol dalam pertandingan debutnya.

Editors Team
Daisy Floren