Roberto Donadoni Soroti Ketidakkonsistenan Rafael Leao di AC Milan
FajarBali.co.id Legenda AC Milan, Roberto Donadoni, menyoroti ketidakkonsistenan performa Rafael Leao yang kini ingin meninggalkan klub pada musim panas 2026, dilansir dari Bola.
Leao disebut sudah siap mencari tantangan baru karena performa yang tidak stabil membuat suporter Milan kecewa. Klub-klub Turki seperti Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas menunjukkan minat, tetapi belum memenuhi nilai transfer Milan sebesar 50 juta euro plus tambahan.
Donadoni mengungkapkan jika menjadi rekan satu tim Leao, ia akan "menarik gimbalnya sesekali" agar pemain itu mencoba sesuatu yang berbeda.
Donadoni menilai sulit memahami situasi Leao tanpa berada langsung di dalamnya, namun dari luar Leao lebih sering menjadi sorotan karena hal yang tidak dilakukannya daripada kontribusi yang diberikan.
"Leao adalah pemain dengan talenta dan kualitas di atas rata-rata, tapi konsistensi adalah komponen fundamental dan dia benar-benar kurang dalam hal itu," ujar Donadoni.
Donadoni berharap Leao bisa belajar dari situasi ini dan menunjukkan potensi terbaiknya secara lebih konsisten.
Pelatih Milan Ruben Amorim dianggap lebih cocok dengan karakter Leao dibandingkan pelatih sebelumnya, Max Allegri. Namun, ada pertanyaan apakah formasi 3-4-2-1 sesuai dengan karakter Leao.
Donadoni bercerita pengalamannya sebagai pemain Milan yang harus beradaptasi di berbagai posisi untuk memenuhi kebutuhan tim.
"Jika ada seseorang yang lebih baik dari Anda di posisi itu, Anda akan kesulitan mendapatkan kesempatan. Jadi, Anda harus bekerja keras dan berusaha menjadi serbaguna," ujar Donadoni.
Donadoni menegaskan Milan tidak boleh mengubah sistem permainan hanya untuk menyesuaikan dengan satu pemain.
"Jika kita membahas apakah Milan perlu mengubah sistem agar cocok untuk Leao, berarti kita sudah kalah," kata Donadoni yang kini berusia 62 tahun.