Sandro Tonali Memilih Tottenham Hotspur karena Pertemuan dengan Roberto De Zerbi

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Sandro Tonali, gelandang Timnas Italia, memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah hanya membutuhkan sekitar 10 menit dalam pertemuan dengan pelatih Roberto De Zerbi, seperti dilansir dari Bola.

Tonali menjadi pemain termahal dalam sejarah Tottenham dengan nilai transfer mencapai 100 juta paun. Keputusan ini dipengaruhi oleh kedekatan mereka yang sama-sama pendukung klub Brescia, yang saat ini menghadapi kebangkrutan setelah terdegradasi ke Serie C Italia.

De Zerbi mulai menjajaki kemungkinan merekrut Tonali sejak musim lalu dengan menghubungi seorang teman yang mengenal gelandang tersebut. Setelah Tottenham memastikan bertahan di Premier League, De Zerbi langsung menghubungi Tonali untuk membahas transfer.

Tonali menjelaskan, "Kami berbicara tentang Brescia, tentang situasi sulit yang sedang dihadapi klub kami."

Tonali dan De Zerbi sudah memiliki hubungan sejak sembilan tahun lalu saat De Zerbi melatih Sassuolo dan ingin merekrutnya. Pertemuan mereka musim panas ini memperkuat hubungan tersebut.

Tonali mengaku berdiskusi dengan klub lain, namun kesan positif dari Tottenham membuatnya cepat menentukan pilihan. "Sejujurnya, saya juga berbicara dengan klub lain. Namun, kesan pertama sangat penting dan kesan saya terhadap Tottenham sangat positif," ujar Tonali.

Dia menambahkan, "Ketika Anda merasa bahagia hanya setelah berbicara selama 10 menit, itu berarti semuanya berjalan sempurna." Keputusan ini juga didiskusikan bersama istrinya sebagai langkah memulai babak baru kehidupan mereka.

Tonali mengungkapkan rencana awalnya untuk kembali ke Italia tidak bisa terlaksana karena nilai transfer yang tinggi tidak dapat dipenuhi klub Italia. "Kami sebenarnya sudah memutuskan untuk kembali ke Italia, tetapi itu tidak mungkin karena nilai transfernya," kata Tonali.

Dia menegaskan, "Inggris menjadi solusi kami dan kami menemukan solusi terbaik di Inggris untuk saya, karier saya, sepak bola saya, kebahagiaan saya, dan keluarga saya."

Meski pindah ke Tottenham, Tonali tetap menghormati Newcastle United. Ia memuji dukungan mantan pelatih Eddie Howe dan berharap hubungan baik dengan Howe dan Direktur Olahraga Newcastle, Ross Wilson tetap terjaga.

Tonali juga berharap Newcastle mendapatkan kesepakatan terbaik dalam proses transfernya dan mengapresiasi atmosfer St James' Park serta dukungan suporter Newcastle.

Dia menyadari tekanan sebagai pemain dengan nilai transfer sebesar itu, namun menegaskan akan tetap menjalani hidup sederhana. "Saya tidak tahu bagaimana pandangan orang terhadap pesepak bola seperti saya, tetapi sejujurnya saya adalah orang biasa. Saat kembali ke Italia, saya menghabiskan waktu bersama keluarga, nenek, dan teman-teman saya. Jika keluarga saya bahagia, saya juga bahagia," tutur mantan pemain AC Milan tersebut.

Editors Team
Daisy Floren