Sekjen PSSI Prihatin atas Pelecehan Justin Hubner di Media Sosial Pasca Piala AFF 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyatakan keprihatinan atas pelecehan yang dialami pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner, di media sosial setelah Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026.

Hubner, yang tidak dapat bermain di turnamen tersebut karena klubnya, Fortuna Sittard, tidak melepas, menerima pelecehan dari pengguna Instagram @b4chs_suy.

Yunus Nusi mengatakan, "Ya jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini Indonesia banget gitu bagi saya." Ia menambahkan semangat patriotisme Hubner sangat tinggi meski sikapnya terkadang bandel.

Hubner sendiri aktif menyampaikan komentar di media sosial, terutama usai kekalahan 0-3 dari Vietnam di Grup A. Ia menulis, "Di turnamen yang tidak resmi FIFA, kalian bermain sangat bagus. Selamat ya. Kita akan ketemu lagi di kompetisi resmi."

Yunus Nusi menyesalkan tindakan pelecehan yang tidak hanya menimpa Hubner, tetapi juga istri dan putrinya, yang diduga berasal dari luar negeri.

"Tetapi sangat kita sayangkan masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu. Kami sangat prihatin dan sangat menyayangkan hal ini," ujar Yunus.

Ia juga meminta agar kritikan dan hujatan diarahkan kepada dirinya, Ketua PSSI Erick Thohir, dan anggota Komite Eksekutif PSSI, bukan kepada pemain atau pelatih.

"Dan sekali lagi, silakan ke saya, silakan ke Ketua PSSI bully-nya. Silakan kami dicaci maki. Saya, Ketua PSSI, dan Exco, tapi jangan pemain, jangan pelatih," tegas Yunus.

Menurut Yunus, meskipun hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 tidak sesuai harapan, perjuangan para pemain sudah maksimal dan penuh semangat untuk menjaga martabat bangsa melalui sepak bola.

"Kita hargai mereka, mereka sudah berdarah-darah dengan penuh semangat memperjuangkan martabat bangsa kita melalui sepak bola," kata Yunus, sambil menambahkan bahwa memberikan komentar negatif yang mengganggu keluarga pemain sangat disayangkan.

Editors Team
Daisy Floren