Toprak Razgatlioglu Mengaku Kehilangan Motivasi di Tengah Musim Debut MotoGP

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Toprak Razgatlioglu mengaku pernah kehilangan motivasi di tengah musim debut yang berat. Toprak meyakini, akan mustahil bisa bersaing tanpa tunggangan mumpuni.

Berstatus sebagai juara dunia WSBK tiga kali, superstar balap motor Turki itu ambyar setelah naik kelas ke MotoGP. Memperkuat Pramac Yamaha, Toprak kesulitan bahkan untuk sekadar mendulang angka.

Dari 12 seri MotoGP 2026 yang sudah terlewati, Toprak hanya bisa memperoleh 14 poin saja. Sebanyak lima kali Toprak finis di luar zona poin, dan sekali retired. Sedangkan finis terbaik Toprak sekali di posisi 11 di Balaton Park, Hungaria.

Alhasil, Toprak Razgatlioglu menempati peringkat 21 di klasemen MotoGP. Toprak terpaut sembilan poin dari rekan setimnya, Jack Miller, dan berjarak 226 poin dari Jorge Martin di puncak.

Di tengah hasil-hasil yang gagal memenuhi ekspektasi, Toprak membandingkan WSBK dengan MotoGP. Menurut Toprak, pebalap lebih menentukan di SBK sedangkan di MotoGP justru motor yang lebih menentukan.

"Ini adalah musim debutku, dan sejauh ini sangat sulit. Kami sedang mencoba belajar dan mendapatkan hasil yang bagus, tapi sepertinya kami butuh lebih banyak waktu. Aku butuh memahami banyak hal dan meningkatkan sejumlah aspek tertentu karena datang dari Superbike, MotoGP itu sangat berbeda," kata dia.

"Aku adalah seorang pebalap juara. Aku datang ke MotoGP, dan sekarang kami dalam situasi sebaliknya. Ketika aku menonton TV, aku melihat namaku di bagian bawah layar, dan rasanya sangat sulit," sambung Toprak kepada AS.

"Saat aku kembali ke pit, aku mulai mencari namaku dari bawah ke atas. Sedangkan di Superbike, aku akan mencari namaku langsung di atas karena aku tahu aku selalu ada di sana. Sejauh ini ada beberapa akhir pekan yang sangat buruk, dan terkadang aku kehilangan motivasiku."

"Aku toh tidak pernah belajar dari jalan yang mudah. Ketika aku bergabung dengan BMW, orang-orang bilang 'kariermu selesai', tapi aku percaya pada proyek itu. Di Superbike, para pebalap bisa membuat perbedaan besar, tapi di MotoGP jika Anda tidak memiliki motor yang bagus, sangat sulit bagi pebalap untuk membuat perbedaan. Jika motornya tidak memiliki level yang sama, mustahil bagi si pebalap untuk membuat perbedaan itu," lugas Toprak.

Editors Team
Daisy Floren