Trevoh Chalobah Tinggalkan Chelsea dan Bergabung dengan Como di Serie A
FajarBali.co.id Trevoh Chalobah resmi meninggalkan Chelsea setelah hampir 20 tahun membela klub tersebut dan kini memulai karier baru bersama Como 1907 di Serie A, dilansir dari Bola.
Pemain berusia 27 tahun ini melewati perjalanan penuh tantangan di Chelsea, termasuk masa sulit di bawah pelatih Enzo Maresca pada 2024 di mana ia sempat tersisih dari tim utama dan masuk dalam kelompok "bomb squad".
Chalobah berhasil bangkit dan mencatatkan total 151 penampilan untuk Chelsea, dengan musim terakhirnya tampil terbanyak yakni 47 pertandingan. Transfernya ke Como dilaporkan mencapai 31 juta poundsterling atau sekitar Rp670 miliar.
Chalobah diharapkan membawa pengalaman dan mentalitas kuat ke Como, klub yang dilatih oleh legenda Chelsea, Cesc Fabregas. Ia menyatakan bahwa bangkit dari situasi sulit adalah kekuatan terbesar dalam dirinya.
"Itu salah satu atribut dan kemampuan saya, yakni bangkit dari berbagai hal dan tidak membiarkan apa pun memengaruhi saya," ujar Chalobah saat pemusatan latihan pramusim Como di London.
Perubahan kepemilikan Chelsea pada 2022 membawa gejolak, namun Chalobah tetap bersyukur atas karier dan trofi yang diraih di klub tersebut.
"Saya selalu ingin bermain untuk Chelsea. Apa pun situasinya, saya selalu percaya bahwa saya bisa melakukannya," kata Chalobah. "Saya bersyukur atas setiap kemunduran, setiap tantangan, dan setiap trofi yang saya menangkan. Chelsea adalah klub tempat saya berkembang dan belajar banyak hal."
Peran pelatih Thomas Tuchel juga penting dalam karier Chalobah. Ia mendapat debut Chelsea dari Tuchel dan dipanggil ke skuad Piala Dunia Inggris sebagai pengganti cedera.
"Sepertinya cerita ini sudah ditulis sebelum saya lahir," kata Chalobah. "Dia adalah orang yang memberi saya debut di Chelsea dan juga manajer yang memanggil saya ke Piala Dunia pada menit-menit terakhir."
Kini Chalobah bereuni dengan Cesc Fabregas yang menjadi pelatih Como. Fabregas dikenal menuntut para pemain muda saat Chalobah masih di akademi Chelsea.
"Dia punya peran yang sangat besar. Dia menjelaskan apa yang dia inginkan, bagaimana dia melihat klub ini, serta bagaimana saya bisa membantu dengan pengalaman, kekuatan fisik, dan kepemimpinan," kata Chalobah.
Keputusan Chalobah bergabung ke Como diambil secara matang setelah mempertimbangkan proyek klub dan arah yang dituju.
"Itu bukan keputusan yang dibuat dalam semalam. Itu keputusan yang sangat matang dan sulit. Namun, saya melihat bagaimana perjalanan klub ini dan arah yang sedang mereka tuju," ujarnya. "Setelah berbicara dengan manajer dan melihat keinginan untuk menjadi bagian dari cerita ini, saya sangat bersemangat memulai babak baru dalam kisah indah yang sudah saya jalani sejauh ini."