Ajax Amsterdam Perkuat Posisi Kiper dengan Kedatangan Marc-Andre ter Stegen
FajarBali.co.id Ajax Amsterdam memperkuat posisi penjaga gawangnya dengan mendatangkan kiper senior Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona untuk musim 2026/2027, menimbulkan persaingan ketat dengan Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia.
Meski sudah bergabung, Ter Stegen belum diturunkan saat Ajax menghadapi Shelbourne pada leg pertama putaran ketiga Kualifikasi Conference League 2026/2027, Jumat (7/8/2026) dini hari WIB. Ajax menang 3-1 di Johan Cruyff ArenA atas wakil Irlandia tersebut.
Ajax mencetak gol melalui Mika Godts (menit 6'), Owen Wijndal (22'), dan Kasper Dolberg (50'), sementara Shelbourne membalas lewat Daniel Kelly pada menit ke-83. Hasil ini membuat Ajax hanya perlu hasil imbang di leg kedua pekan depan.
Julian Brandt menjalani debutnya bersama Ajax dengan masuk menggantikan Kasper Dolberg pada menit ke-64, sementara Ter Stegen tetap di bangku cadangan.
Pelatih Ajax, Michel Sanchez, menjelaskan alasan memilih Maarten Paes sebagai starter dan menempatkan Ter Stegen sebagai cadangan.
"Saya memiliki tiga kiper hebat, atau empat jika menghitung Paul Reverson. Saya sangat yakin dan posisi penjaga gawang sudah tertangani dengan baik. Marc jelas merupakan pemain yang sangat penting. Kami memiliki harapan besar terhadapnya," ujar Michel kepada Ziggo Sport via Voetbal Primeur.
"Namun, harus diakui Maarten Paes juga tampil baik sejauh ini, yang membuat Maarten bermain hari ini. Saya berharap Marc bisa segera mencapai performa terbaiknya dan membantu kami. Dia jelas pemain yang sangat berbakat untuk membantu Ajax," tambahnya.
Ajax mendominasi permainan dengan penguasaan bola 71 persen berbanding 29 persen dan pertahanan yang relatif aman. Paes hanya menghadapi tiga ancaman tembakan lawan dan kebobolan satu gol pada menit akhir laga.
Maarten Paes mendapat rating 6,8 dari Fotmob dengan dua kali penyelamatan dan 10 kali recoveries, lebih baik dari penampilannya di laga sebelumnya melawan FK Vojvodina.
Meski menang, Michel Sanchez mengaku belum puas dengan mentalitas dan pemanfaatan peluang timnya, terutama dalam 20-25 menit terakhir pertandingan.
"Mentalitas kami dalam dua puluh, dua puluh lima menit terakhir tidak cukup baik. Sulit untuk menciptakan ruang di bagian akhir lapangan," kata Michel.
"Kami tidak cukup memanfaatkan peluang, tetapi bagi kami penting untuk melanjutkan proses ini," ujarnya.
"Sepak bola menyerang, struktur yang baik. Kami tidak cukup membangun serangan yang berkelanjutan. Jika Anda tidak melakukan itu, Anda tidak bisa mencegah serangan balik. Pressing di fase akhir laga juga tidak memadai," pungkas Michel Sanchez.