Virgil van Dijk Menjadi Pemain Bergaji Tertinggi Liverpool Setelah Kepergian Salah dan Robertson
FajarBali.co.id Liverpool dikenal dengan manajemen keuangan yang disiplin di bawah Fenway Sports Group (FSG), menjaga kesehatan finansial klub tanpa mengikuti kebijakan transfer agresif seperti klub besar lain. Pendekatan ini membawa konsekuensi, terutama pada beban gaji pemain senior yang cukup tinggi. Setelah kepergian Mohamed Salah dan Andrew Robertson, Virgil van Dijk menempati posisi tertinggi dalam struktur gaji The Reds dengan menerima 350 ribu poundsterling per pekan.
Posisi ini menunjukkan perubahan signifikan dalam hierarki penghasilan di skuad Liverpool. Data dari Capology mengungkapkan bahwa setelah Van Dijk, ada tiga pemain yang mendapatkan gaji sebesar 280 ribu per pekan, yakni Alexander Isak, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai. Sementara itu, Cody Gakpo menerima 250 ribu per pekan, diikuti oleh Ronald Araujo dengan 205 ribu, dan Florian Wirtz serta Hugo Ekitike yang sama-sama menerima 200 ribu per pekan.
Lapisan selanjutnya ditempati oleh Federico Chiesa, Alexis Mac Allister, dan Alisson Becker dengan kisaran gaji 150 ribu per pekan. Struktur ini mencerminkan prioritas posisi dan pembagian biaya gaji yang baru setelah perubahan komposisi skuad.
| Nama | Posisi | Gaji (Ribu Pound) |
|---|---|---|
| Virgil van Dijk | Belakang | 350 |
| Alexander Isak | Depan | 280 |
| Ryan Gravenberch | Tengah | 280 |
| Dominik Szoboszlai | Tengah | 280 |
| Cody Gakpo | Depan | 250 |
| Ronald Araujo | Belakang | 205 |
| Florian Wirtz | Tengah | 200 |
| Hugo Ekitike | Depan | 200 |
| Federico Chiesa | Depan | 150 |
| Alexis Mac Allister | Tengah | 150 |
| Alisson Becker | Kiper | 150 |
Keberadaan beberapa pemain dengan gaji di atas 100 ribu pound per pekan menunjukkan tantangan tersendiri bagi Liverpool dalam mengelola beban gaji tanpa mengorbankan keseimbangan neraca keuangan klub. Hal ini menjadi ujian bagi FSG untuk tetap menjaga prinsip kehati-hatian finansial. Sejak diambil alih oleh FSG, Liverpool berhasil menghindari masalah dengan Financial Fair Play (FFP) berkat strategi pengelolaan keuangan yang matang. Namun, komitmen terhadap pemain berpengalaman menuntut perencanaan yang cermat agar target kompetitif tetap tercapai tanpa melanggar aturan finansial.
Dengan struktur gaji terkini, Liverpool memperlihatkan cara menata skuad di era baru dengan menjaga keseimbangan antara ambisi meraih prestasi dan kesehatan keuangan klub. Hal ini menjadi parameter penting bagi arah pembangunan tim ke depan. Informasi ini dikutip dari Bola.