Xabi Alonso Terapkan Filosofi Tim Saat Bawa Chelsea Menang atas Fulham
FajarBali.co.id Pelatih Xabi Alonso memimpin Chelsea meraih kemenangan 3-2 atas Fulham dalam laga pembuka Premier League yang berlangsung Selasa dini hari di Craven Cottage, London.
Alonso menurunkan trio penyerang Cole Palmer, Joao Pedro, dan Morgan Rogers sejak menit pertama, dan ketiganya sama-sama mencetak gol dalam pertandingan tersebut, menandai potensi besar mereka di skuad Chelsea, dilansir dari Bola.
Meski demikian, Alonso menegaskan bahwa Chelsea tidak akan dibangun hanya berdasarkan kemampuan ketiga pemain tersebut. Ia menekankan filosofi membangun tim bersama secara keseluruhan.
"Mereka akan menjadi bagian yang sangat penting dari tim. Membangun tim di sekitar mereka? Tidak. Membangun tim bersama mereka," ujar Alonso.
Alonso menambahkan bahwa ketiganya harus menjadi pemimpin di lapangan. "Mereka harus mengambil tanggung jawab, memimpin pemain lain, dan menginspirasi yang lain. Karena jika mereka tampil hebat, pemain lainnya akan mengikuti," ujarnya.
Pelatih itu juga menekankan pentingnya sistem permainan yang memberikan bola dalam situasi terbaik kepada para penyerang. "Kami harus bisa menemukan mereka dalam situasi terbaik. Kami membutuhkan koneksi yang bagus untuk bisa menjangkau mereka, dan mereka juga harus membantu tim agar tetap solid," jelas Alonso.
Dari lini tengah, Alonso memilih memasangkan Romeo Lavia dengan Reece James setelah Moises Caicedo mengalami cedera. Enzo Fernandez hanya masuk sebagai pemain pengganti.
"Kami memiliki berbagai pilihan, pemain-pemain yang selama pramusim datang dalam tahapan yang berbeda. Jadi, semua pemain akan memainkan peran penting," kata Alonso saat menjelaskan keputusan pemilihan pemain.
Alonso menyadari pentingnya kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal panjang musim ini. "Ini tentang tim, ini tentang skuad. Bukan hanya memiliki 14 pemain; kami membutuhkan sekitar 20 pemain untuk bersaing sepanjang musim ini," tegasnya.
Filosofi Alonso menekankan keseimbangan, kedalaman, dan tanggung jawab kolektif sehingga keberhasilan Chelsea tidak hanya bergantung pada trio penyerang, tetapi seluruh skuad.