Sir Alex Ferguson Abaikan Gary McAllister Selama 20 Tahun Setelah Komentar Kontroversial

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Sir Alex Ferguson, manajer legendaris Manchester United, dikabarkan mengabaikan Gary McAllister selama lebih dari 20 tahun setelah komentar yang dianggap tidak sopan pada musim 1991/1992, dilansir dari Bola.

Insiden terjadi saat McAllister, yang bermain untuk Leeds United, menonton pertandingan Liverpool melawan Manchester United bersama beberapa rekannya. Liverpool menang 2-0, sehingga Leeds memastikan gelar juara Divisi Utama Inggris.

McAllister bercerita bahwa ia membuat komentar spontan yang didengar langsung oleh Ferguson melalui komunikasi di Anfield.

"Saya bisa mendengar komunikasi dari ruang siaran di Anfield," kata McAllister.

"Ketika Ferguson muncul di TV dengan wajah merah, dia berkata, ‘Saya ingin menegaskan, Leeds tidak memenangkan liga, Manchester United yang kehilangannya'."

McAllister kemudian berseloroh, "Wajah merah besar itu, seperti biasa tidak terlalu anggun dalam kekalahan."

Legenda MU Denis Law, yang menjadi komentator saat itu, memperingatkan McAllister bahwa Ferguson bisa mendengarnya.

Sejak saat itu, Ferguson tidak pernah menyapa McAllister dalam waktu dua dekade, bahkan saat bertemu di bandara dan hotel.

"Dia berjalan melewatiku di bandara Lithuania dan hotel di Albania, tapi tak pernah sekalipun menoleh ke arahku," kenang McAllister sambil tertawa.

Hubungan keduanya mulai membaik pada 2006 setelah istri McAllister meninggal dunia karena kanker.

"Inilah ukuran sejati seorang Alex Ferguson," ujar McAllister.

"Ketika kamu jadi lawannya, kamu adalah musuh. Tapi saat aku mengalami masa paling berat dalam hidupku, siapa orang pertama yang menelpon? Alex Ferguson," tambahnya.

Ferguson bahkan mengundang McAllister ke pusat latihan Carrington dan memberikan akses ke Old Trafford kapan pun.

"Kartu ucapan belasungkawa pertama yang aku terima datang dari istrinya," kata McAllister.

"Di lapangan dia keras dan penuh ambisi, tapi di balik itu ada sisi lembut yang luar biasa. Selama 20 tahun aku seolah tidak ada, tapi akhirnya aku tahu siapa dia sebenarnya."

Editors Team
Daisy Floren