Mengenal Amunisi Asing yang Dinanti di BRI Super League 2026/2027

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Di penghujung musim yang mulai memadat jadwal, perhatian publik sepak bola Indonesia tertambat pada sesuatu yang biasanya datang dari luar: pemain asing. Ketika kompetisi BRI Super League 2026/2027 mulai bergulir pada akhir pekan ini, sejumlah amunisi impor lama maupun pendatang baru terasa seperti kunci bagi fase-fase awal musim—sekaligus alasan yang membuat para pendukung tak sabar menyaksikan duel-duel pembuka.

Musim ini, para kontestan berlomba-lomba mendatangkan amunisi asing baru untuk bisa bersaing di kasta tertinggi. Dari deretan nama yang beredar, ada beberapa yang langsung mencuri perhatian karena memiliki rekam jejak mengesankan, bahkan sempat mencuat sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di BRI Super League.

Di antara nama yang disebut memiliki nilai pasar tertinggi ialah Stjepan Loncar dengan nilai Rp20,86 miliar dan Brian Rubio dengan Rp13,91 miliar. Angka-angka itu membuat ekspektasi ikut naik, tetapi yang lebih penting bagi penonton adalah pertanyaan sederhana: bagaimana mereka tampil ketika kompetisi benar-benar berjalan dan tekanan sudah berubah dari laga uji coba menjadi pertandingan resmi.

Alexander Jeremejeff: ujian di jantung pertahanan Borneo

Di kubu Persija Jakarta, nama Alexander Jeremejeff menjadi salah satu yang paling dinantikan sejak awal musim. Ia dijadwalkan turun pada duel melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam WIB, sebuah laga yang sejak awal terasa berat karena kualitas lini belakang Pesut Etam tidak boleh dipandang sebelah mata.

Ketajaman Jeremejeff bakal diuji ketika ia berhadapan dengan bek-bek tangguh seperti Iago Mendonca hingga Christian Matheus Lima. Dengan susunan seperti itu, pertarungan di kotak penalti Persija—melawan disiplin bertahan Borneo—diperkirakan akan sengit, terutama saat Persija harus memaksimalkan momentum serangan cepat.

Sebelum laga ini, Jeremejeff sempat memperlihatkan bentuk ketajaman melalui laga uji coba. Ia mencetak dua gol ke gawang Brisbane Roar, klub Australia, dalam pertandingan persiapan. Catatan itu menjadi semacam pengingat bahwa dirinya tidak datang hanya sebagai nama, tetapi membawa bukti konkret mengenai kemampuan menempatkan diri di ruang berbahaya.

Mariano Peralta: andalan Persib dan jejak produktivitas

Persib Bandung juga membawa cerita yang tak kalah menarik lewat Mariano Peralta. Pemain ini dijadwalkan menjadi salah satu andalan ketika Persib menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026). Bagi Persib, duel perdana bukan sekadar pembuka kalender, melainkan kesempatan mengunci ritme dari hari-hari awal musim.

Peralta datang dengan reputasi yang sejak musim-musim sebelumnya sudah dikenal. Musim lalu, ia tercatat sebagai pemain terbaik Borneo FC dengan torehan 20 gol plus 14 assist. Namun perjalanan itu tidak tiba-tiba: jumlah tersebut meningkat dari musim sebelumnya yang menghasilkan 9 gol dan 13 assist—sebuah lonjakan yang memberi sinyal bahwa permainannya sedang menuju puncak produktivitas.

Kemenangan juga sudah menjadi bagian dari memori Peralta yang terbaru. Ia sempat mencetak gol kemenangan Persib ketika menjamu Manila Digger dalam duel play-off AFC Champions League Two (ACL2), di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8/2026). Latar seperti ini membuat laga kandang perdana Peralta terasa lebih dari sekadar debut—ada kesinambungan dengan momen-momen ketika tekanan tetap harus dijawab dengan gol.

Juan Felipe Villa: kreator Borneo setelah kehilangan Peralta

Bila duel Persib kontra Borneo FC di akhir pekan ini termasuk bagian dari bigmatch BRI Super League 2026/2027, maka satu nama dari kubu Pesut Etam yang layak ditunggu aksinya ialah Juan Felipe Villa. Pemain asal Kolombia ini diposisikan memegang peran yang lebih krusial sebagai kreator serangan Borneo FC.

Tugasnya akan terasa lebih berat menyusul kepergian Mariano Peralta yang memilih hengkang ke Persib. Pergeseran seperti ini seringkali membuat pola serangan ikut berubah: Borneo membutuhkan seseorang yang bukan hanya memberi umpan, tetapi juga membangun serangan dari awal hingga menyiapkan ruang bagi penyelesaian akhir.

Villa sendiri sebetulnya sudah punya catatan saat pertama kali bermain di Indonesia. Pada musim debutnya, dari 31 laga ia sukses mencetak 13 gol dan 9 assist. Angka-angka itu memberi arah yang jelas tentang perannya: ia bisa menjadi pembuat peluang sekaligus penyerang yang turut menambah angka, sehingga wajar bila Persib perlu mengantisipasi kehadirannya sejak menit awal.

Gustavo Henrique: tajam Arema dan panggung pramusim

Dari sisi lain, Arema FC juga mengandalkan pemain baru yang disebut memiliki potensi besar, Gustavo Henrique. Ia dinantikan ketajamannya ketika Arema menghadapi Isenmulang FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026). Dalam tradisi sepak bola Indonesia, tim seperti Singo Edan dikenal kerap mendapatkan amunisi berkualitas di lini serang—sehingga kehadiran pemain baru sering dipandang sebagai kelanjutan, bukan gangguan.

Henrique tidak datang tanpa bukti. Ia sudah menunjukkan kualitasnya bersama Arema FC di turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Di kejuaraan tersebut, pemain berusia 30 tahun itu merebut gelar sebagai top scorer dengan koleksi empat gol. Rekor semacam itu biasanya menjadi penanda bahwa kemampuan finishing dan kebugaran kompetitifnya sudah terbentuk sebelum kompetisi utama benar-benar dimulai.

Karena alasan itulah, Gustavo Henrique layak diperhitungkan oleh para kompetitor pada musim 2026/2027. Dengan jejak produktivitas di pramusim, ia berpeluang memberi daya ledak yang konsisten—dan kemungkinan mengikuti jejak para mantan striker tajam Singo Edan di musim-musim sebelumnya.

Nama-nama besar, awal musim yang tak boleh disepelekan

Ketika daftar pemain asing mulai berbaris di berbagai stadion, yang terasa menonjol bukan hanya siapa nama yang dibawa, tetapi juga kapan mereka akan diuji. Jeremejeff diuji di Samarinda, Peralta diuji saat Persib menjamu PSM Makassar, sementara Villa harus mengisi peran kreator yang lebih berat di tubuh Borneo setelah perubahan komposisi. Di saat yang sama, Henrique menunggu kesempatan membuktikan ketajamannya di Kanjuruhan.

Pada akhirnya, kompetisi berjalan dengan satu aturan sederhana: musim tidak peduli reputasi, musim peduli hasil di lapangan. Namun dari catatan gol, assist, serta momen-momen produktif yang sudah ditorehkan, sejumlah pemain asing ini datang dengan alasan yang kuat untuk menjadi sorotan sejak pekan pertama BRI Super League 2026/2027.

Editors Team
Daisy Floren