I League sebut sanksi FIFA dan COVID hambat klub Indonesia
FajarBali.co.id Direktur Komersial I.League Sadikin Aksa menilai klub-klub Indonesia kesulitan bersaing di kompetisi antarklub Asia karena pembekuan FIFA dan dampak pandemi COVID-19. Pernyataan itu disampaikan saat acara Water Break PSSI Pers bertajuk Membawa Liga Naik Kelas.
Menurut Sadikin, dua hambatan besar itu membuat peta kekuatan serta proses transformasi klub Tanah Air tertinggal dibanding negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Sadikin menjelaskan bahwa klub-klub di kawasan tersebut dinilai bisa berkembang karena tidak menghadapi pembekuan FIFA dan tidak mengalami masalah akibat COVID-19.
"Kalau ditanya kenapa klub-klub di Asia Tenggara ini bisa lebih maju? Mereka tidak menghadapi pembekuan FIFA dan tidak mengalami masalah akibat COVID-19," ujar Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League.
Ia menambahkan bahwa sanksi FIFA menjadi faktor paling berat yang dirasakan Indonesia.
"Kompetisi mereka tetap bergulir. Sanksi FIFA itulah yang paling berat felt-nya bagi kita," kata Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League.
Direktur Utama Ferry Paulus menyebut pemindahan laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung dari Jakarta ke Samarinda, Kalimantan Timur. Laga tersebut tetap digelar pada Minggu 10/5/2026 di Stadion Segiri sebagai bagian dari penyesuaian agenda yang padat.
Sadikin lalu menyoroti perubahan regulasi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang disebut membuka ruang adaptasi cepat bagi negara tetangga. Indonesia, menurutnya, justru harus merespons keterbatasan akibat sanksi pembekuan.
"Mindset klub-klub kita baru benar-benar bisa bertransformasi secara serius dalam tiga tahun terakhir ini," imbuh Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League.
I.League, menurut Sadikin, memastikan dukungan penuh untuk meningkatkan prestasi wakil Indonesia. Dukungan itu mencakup fleksibilitas penyesuaian jadwal kompetisi domestik hingga sokongan finansial.
"Nanti penyesuaian jadwal pasti ada, terutama jika mereka berhasil menembus babak 16 besar hingga partai final. Pasti akan kami akomodasi demi prestasi klub Indonesia di Asia," tegas Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League.
Dalam catatan historis, Persipura Jayapura disebut masih memegang rekor menembus babak semifinal Piala AFC 2014. Sejauh ini, belum ada lagi wakil Indonesia yang menyamai torehan tersebut, sementara musim lalu Persib Bandung terhenti di babak 16 besar Liga Champions Asia Dua (ACL 2).
Untuk kompetisi 2026/2027, Indonesia mengirimkan dua wakil terbaik: Persib Bandung di ajang Liga Champions Asia Dua (ACL 2) dan Borneo FC yang berlaga di AFC Challenge League.