Ander Herrera Kembali ke Real Zaragoza Tanpa Gaji di Musim 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Ander Herrera, gelandang berusia 37 tahun, kembali ke klub masa kecilnya Real Zaragoza pada 2026 tanpa menerima gaji. Keputusan ini diambil untuk membantu klub yang sedang berjuang di kasta ketiga sepak bola Spanyol, dilansir dari Bola.

Herrera meninggalkan Boca Juniors dan bergabung secara gratis dengan Zaragoza. Ia bahkan menyumbangkan seluruh gajinya kepada yayasan klub sebagai bentuk dukungan.

Herrera menyatakan bahwa kepulangannya adalah mimpi terakhir yang ingin diwujudkan. "Kembali ke rumah, ke tempat saya tumbuh, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi pemain profesional. Bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai manusia," ujar Herrera kepada BBC Sport.

Meski pertandingan terakhirnya berlangsung di atmosfer besar La Bombonera bersama Boca Juniors di Copa Libertadores, kini laga berikutnya akan dimainkan di kasta ketiga Liga Spanyol di hadapan sekitar 6.500 penonton melawan Gimnastic de Tarragona.

Selama 15 tahun, Herrera pernah membela klub besar seperti Athletic Bilbao, Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Boca Juniors. Ia juga meraih banyak trofi bergengsi dan bekerja sama dengan pelatih ternama serta pemain top dunia.

Kepulangan Herrera terjadi saat Real Zaragoza mengalami masa sulit. Klub yang pernah menjuarai Piala Winners 1995 dan mengalahkan Arsenal di final tersebut kini terperosok ke divisi ketiga setelah degradasi La Liga 2012/2013 dan 13 musim di Segunda Division dengan penurunan posisi.

Herrera mengungkapkan kesedihannya atas kemunduran klub. "Sangat menyedihkan bagi kami semua yang merupakan Zaragozistas," katanya. Ia menilai Zaragoza seharusnya kembali bersaing di Eropa dan menghadapi klub-klub besar Spanyol dan Eropa.

Herrera berharap dapat memberikan kualitas, pengalaman, dan gairah untuk mengembalikan klub ke posisi semestinya. Ia juga mengajak semua elemen klub untuk berhenti meratapi masa lalu dan fokus membangun masa depan dengan semangat positif.

Herrera tidak memerlukan kontrak dan memilih bermain secara gratis sebagai bentuk hadiah kepada dirinya sendiri dan dukungan kepada klub serta kota kelahirannya. "Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan ini," ujarnya.

Kecintaan Herrera terhadap Zaragoza sudah ada sejak kecil. Ayahnya, Pedro Herrera, juga pernah menjadi pemain dan general manager klub tersebut. Herrera mengidolakan Zaragoza, berbeda dengan banyak pemain muda yang memilih Real Madrid atau Barcelona.

Dia mengenang momen Zaragoza menjuarai Piala Winners 1995 dengan mengalahkan Arsenal di Parc des Princes, yang kini menjadi kandang Paris Saint-Germain, klub yang pernah dibelanya selama tiga tahun. "Dahulu kami mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut," kata Herrera.

Editors Team
Daisy Floren