Belanja Transfer Premier League Meningkat Hampir Tiga Kali Lipat dalam Satu Dekade

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Belanja klub-klub Premier League pada bursa transfer musim panas 2026/2027 mencapai £3,48 miliar atau sekitar Rp83,51 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan £1,19 miliar pada musim 2016/2017, demikian dilansir dari Detik Sport.

Lonjakan pengeluaran ini menunjukkan aktivitas transfer yang semakin agresif dalam beberapa musim terakhir, dengan pengeluaran klub menembus £2 miliar dalam lima musim panas berturut-turut.

Sejak musim 2016/2017, belanja klub mengalami fluktuasi. Total pengeluaran sempat naik dari £1,19 miliar menjadi £1,49 miliar pada 2017/2018, lalu turun ke £1,27 miliar pada 2018/2019, sebelum kembali naik tajam sejak 2022/2023.

Pada musim 2022/2023, belanja klub mencapai £2,14 miliar, meningkat menjadi £2,46 miliar pada 2023/2024. Meskipun turun menjadi £2,05 miliar pada 2024/2025, belanja kembali melonjak ke £3,19 miliar pada 2025/2026, sebelum mencapai rekor tertinggi pada 2026/2027.

Selain belanja yang meningkat, penjualan pemain oleh klub-klub Premier League juga mencatat angka besar. Pada 2016/2017, pendapatan dari penjualan pemain sebesar £498,62 juta dan sempat turun menjadi £359,34 juta pada 2018/2019.

Pendapatan penjualan pemain terus meningkat hingga mencapai £1,43 miliar pada 2023/2024 dan kembali naik menjadi £2,17 miliar pada 2026/2027.

Meski pengeluaran meningkat, net spend klub pada musim 2026/2027 tercatat £1,30 miliar, sedikit lebih rendah dari £1,34 miliar pada musim sebelumnya, karena pemasukan dari penjualan pemain juga besar.

Musim 2022/2023 menjadi salah satu periode dengan net spend terbesar yakni £1,29 miliar.

Perbandingan aktivitas transfer Premier League 2016/2017 hingga 2026/2027
MusimBelanjaPenjualanNet Spend
2026/27£3,48 miliar (Rp83,51 triliun)£2,17 miliar (Rp52,07 triliun)£1,30 miliar (Rp31,20 triliun)
2025/26£3,19 miliar (Rp76,55 triliun)£1,85 miliar (Rp44,39 triliun)£1,34 miliar (Rp32,16 triliun)
2024/25£2,05 miliar (Rp49,19 triliun)£1,50 miliar (Rp35,99 triliun)£552,4 juta (Rp13,25 triliun)
2023/24£2,46 miliar (Rp59,03 triliun)£1,43 miliar (Rp34,31 triliun)£1,03 miliar (Rp24,72 triliun)
2022/23£2,14 miliar (Rp51,35 triliun)£849,65 juta (Rp20,39 triliun)£1,29 miliar (Rp30,96 triliun)
2021/22£1,12 miliar (Rp26,88 triliun)£496,36 juta (Rp11,91 triliun)£627,99 juta (Rp15,07 triliun)
2020/21£1,31 miliar (Rp31,44 triliun)£385,4 juta (Rp9,25 triliun)£921,95 juta (Rp22,12 triliun)
2019/20£1,41 miliar (Rp33,84 triliun)£827,57 juta (Rp19,86 triliun)£580,04 juta (Rp13,92 triliun)
2018/19£1,27 miliar (Rp30,47 triliun)£359,34 juta (Rp8,62 triliun)£913,73 juta (Rp21,93 triliun)
2017/18£1,49 miliar (Rp35,75 triliun)£781,6 juta (Rp18,76 triliun)£703,84 juta (Rp16,89 triliun)
2016/17£1,19 miliar (Rp28,56 triliun)£498,62 juta (Rp11,97 triliun)£693,36 juta (Rp16,64 triliun)

Data tersebut menunjukkan lima musim terakhir merupakan periode dengan perubahan paling signifikan, di mana belanja klub selalu di atas £2 miliar sejak 2022/2023, menandai era baru dalam aktivitas transfer Premier League, kata Sky Sports.

Editors Team
Daisy Floren