Enzo Fernandez bergabung ke Manchester City setelah dilepas Chelsea
FajarBali.co.id Enzo Fernandez resmi dilepas Chelsea dan bergabung dengan Manchester City, menurut Bola pada Rabu (2/9/2026) dini hari WIB. Pemain itu masuk proyek perombakan lini tengah yang menempatkannya bekerja sama lagi dengan Enzo Maresca. Dilansir dari Bola, di Manchester City, Fernandez akan bergabung dengan Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi.
Langkah ini disebut bagian dari perubahan besar di lini tengah The Citizens. Menurut Bola, keputusan merekrut Fernandez menarik perhatian karena nilai transfer yang dikeluarkan dinilai besar, sementara performanya di Chelsea belum sepenuhnya sebanding. Bola menyebut Fernandez mencetak 15 gol pada musim lalu untuk Chelsea yang finis di posisi ke-10 Premier League.
Enzo Fernandez juga tampil mencetak gol pada momen penting bersama Timnas Argentina, termasuk gol kemenangan pada injury time saat menghadapi Mesir dan gol penyama kedudukan pada semifinal melawan Inggris, menurut Bola.
Satu persoalan yang disorot Bola terkait aspek taktik adalah posisi ideal Fernandez. Performa terbaiknya disebut muncul ketika ia dimainkan sebagai gelandang nomor 10 atau nomor 8 dengan kebebasan membantu serangan. Menurut Bola, ketika dimainkan sebagai gelandang bertahan pada awal kariernya di Chelsea, Fernandez tidak selalu optimal. Bola menuliskan ia kemudian terlihat lebih nyaman setelah dipasangkan dengan Moises Caicedo dan ketika lini tengah memiliki penopang defensif lain.
Bola juga menyebut beberapa penampilan terbaik Fernandez bersama Chelsea terjadi saat Cole Palmer tidak bermain. Selain itu, Fernandez pernah bermain bersama Andrey Santos, Romeo Lavia, atau Reece James yang membantu dalam tugas tersebut. Chelsea menyebut kepindahan Fernandez sebagai konsekuensi dari keinginannya untuk hengkang, menurut Bola. Bola menambahkan bahwa dengan Palmer sudah fit dan Morgan Rogers bergabung, ruang Fernandez dalam formasi 3-4-2-1 yang digunakan Xabi Alonso dinilai tidak banyak.
Manchester City disebut justru merekrut Fernandez bersama Anderson dan Bouaddi bernilai Rp2 triliun untuk mengisi lini tengah lebih dalam, di belakang Rayan Cherki atau Phil Foden, sebagai pengganti Rodri dan Bernardo Silva, dilansir dari Bola. Bola menuliskan Manchester City sebelumnya sudah memiliki rencana menggantikan Kevin De Bruyne, salah satunya lewat keberhasilan Rayan Cherki. Karena itu, penempatan Fernandez lebih dalam menjadi pertanyaan terkait rencana tersebut.
Temperamen dan kecocokan lingkungan
Persoalan kedua menurut Bola berkaitan dengan temperamen Fernandez. Bola menilai ia dapat menunjukkan sikap kekanak-kanakan, egois, dan tidak disiplin.
Bola mencontohkan Fernandez terlibat insiden dengan Anderson saat Argentina menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia. Bola menambahkan bahwa ia kemudian mendapat kartu merah pada final Piala Dunia setelah melakukan tekel keras. Selain itu, Bola menyebut rekan-rekannya turut terlibat kontroversi setelah pertandingan final.
Bola juga menulis Fernandez membuat unggahan Instagram yang menyebut Timnas Argentina menjalankan turnamen dengan sikap "bangga" dan "rendah hati". Menurut Bola, karakter Fernandez disorot karena sebelumnya Manchester City dihuni banyak pemain dengan reputasi profesional yang tenang dan minim masalah. Nama yang disebut Bola meliputi Rodri, Bernardo Silva, Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne, Nathan Ake, Manuel Akanji, dan Ruben Dias.
Bola juga menyebut Guardiola sangat menyukai Silva, tidak hanya karena kemampuan teknisnya, tetapi juga kepribadiannya. Karena itu, keputusan mengeluarkan Rp3 triliun untuk Fernandez disebut menimbulkan pertanyaan mengenai kecocokan karakternya.
Dilansir dari Bola, Fernandez memiliki sejarah mendorong kepindahan: ia meninggalkan Benfica dan kemudian Chelsea ketika masih memiliki kontrak jangka panjang. Bola menilai kedua perpindahan tampaknya berkaitan dengan peluang mendapatkan bayaran lebih besar. Maresca mungkin melihat komentar Fernandez yang membuat Chelsea menjatuhkan skorsing dua pertandingan sebagai kesetiaan kepada mantan sekaligus calon manajernya, menurut Bola. Pihak lain yang dimaksud Bola menilai komentar itu menunjukkan ketidaksetiaan.
Bola menambahkan bahwa Fernandez pernah mengisyaratkan keinginannya bergabung dengan Real Madrid, namun klub tersebut secara terbuka membantah akan merekrutnya.
Nilai transfer dipertanyakan
Persoalan terakhir menurut Bola menyangkut aspek finansial. Bola menyebut performa Fernandez selama tiga setengah tahun di Chelsea dinilai belum sebanding dengan biaya yang dikeluarkan klub London. Menurut Bola, Chelsea sebelumnya mengeluarkan Rp2,6 triliun untuk memboyong Fernandez dari Benfica.
Bola juga menuliskan Chelsea menetapkan tenggat 14 Agustus untuk penjualan, tetapi tetap bersedia melepas pada hari terakhir bursa transfer. Dilansir dari Bola, kondisi itu menjadi indikasi Chelsea sudah lelah dengan situasi yang melibatkan Fernandez. Bola menyebut Chelsea memperoleh keuntungan setelah Manchester City membayar Rp3 triliun untuk Fernandez.
Pada akhirnya, menurut Bola, Fernandez tidak memberikan Chelsea nilai yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, sehingga Manchester City kini membayar lebih mahal untuk mendapatkan sang gelandang.