CAF Dukung Infantino Namun Suara Afrika Belum Pasti di Pemilihan FIFA

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, namun hal ini belum menjamin suara dari semua negara Afrika dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret di Kongres FIFA di Maroko, dilansir dari Bola.

Infantino dikenal populer di kalangan asosiasi sepak bola Afrika karena selama hampir satu dekade, bantuan FIFA untuk negara-negara di benua ini meningkat signifikan.

Namun, sejarah pemilihan Presiden FIFA menunjukkan dukungan resmi CAF tidak selalu diikuti oleh seluruh anggotanya. Pada 1998, meski CAF mendukung Presiden UEFA Lennart Johansson, mayoritas negara Afrika memilih Sepp Blatter. Empat tahun kemudian, ketika Presiden CAF Issa Hayatou menantang Blatter, mayoritas negara Afrika tetap memilih Blatter yang akhirnya menang telak.

Saat Infantino pertama kali terpilih pada 2016, CAF mendukung calon lain, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, namun banyak negara Afrika justru memilih Infantino pada putaran kedua.

Dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026, CAF mendukung Maroko, tapi 11 negara Afrika memilih tawaran gabungan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Perbedaan ini dipengaruhi oleh sengketa wilayah Sahara Barat sejak 1975.

Sejumlah presiden asosiasi sepak bola Afrika mengaku terkejut dengan reaksi terhadap Infantino dan memilih menunggu apakah ada kandidat lain yang akan menantang pada pemilihan Maret 2027.

Namun, beberapa negara seperti Republik Demokratik Kongo, Mesir, Mauritania, Maroko, dan Niger sudah menyatakan dukungan resmi kepada Infantino dalam sepekan terakhir.

Presiden Federasi Sepak Bola Benin dan anggota Komite Eksekutif CAF, Mathurin de Chacus, mengatakan, "Saya tidak melihat alasan untuk tidak mendukungnya."

Presiden Federasi Sepak Bola Burundi, Alexandre Muyenge, menilai, "Dia adalah presiden yang melakukan apa yang diperlukan untuk mendukung Afrika, khususnya negara-negara yang kurang makmur. Rekornya bagus, jadi logis untuk mendukungnya."

FIFA menggelar pemilihan presiden setiap empat tahun. Infantino terpilih tanpa lawan pada 2019 dan menjadi calon tunggal pada 2023. Kandidat yang ingin menantang harus menyerahkan pencalonan paling lambat 18 November. Jika hanya ada dua kandidat, pemenang harus memperoleh mayoritas sederhana yaitu 106 suara dari 211 asosiasi anggota FIFA, masing-masing memiliki satu suara.

Enam konfederasi kontinental tidak memiliki hak suara dalam pemilihan Presiden FIFA, tetapi presiden konfederasi mendapat kursi otomatis di Dewan FIFA dengan status wakil presiden.

Editors Team
Daisy Floren