Carragher Kritik Rekrutmen Liverpool, Mirip Real Madrid
FajarBali.co.id Di tengah sorotan rencana transfer Liverpool musim panas ini, nama yang selalu muncul adalah Jamie Carragher. Mantan pemain itu tak menahan diri saat menilai Si Merah seolah lupa jalannya sendiri, menyusun skuad bukan berdasar kebutuhan yang saling melengkapi, melainkan mengejar profil top semata.
Setelah negosiasi yang panjang dan sulit, Liverpool berhasil mendapatkan Bradley Barcola di bursa transfer musim panas ini. Winger berusia 23 tahun tersebut diproyeksikan sebagai penerus Mohamed Salah, menambah daya tarik skuad yang sedang mencari penerus bagi salah satu ikon mereka.
Namun, euforia perekrutan itu tidak otomatis memuaskan seluruh pendukung. Carragher justru merasa pembelian Barcola tidak serta-merta dibutuhkan, terutama karena ia utamanya beroperasi di sisi kiri. Dari sudut pandangnya, keputusan ini memunculkan masalah lain: Liverpool jadi menambah stok pemain dengan posisi yang sama.
Kelebihan sayap kiri, pertanyaan tentang kebutuhan tim
Kalau Barcola masuk, berarti Liverpool kini memiliki satu lagi penyerang kiri, menambah empat nama yang sudah ada sebelumnya. Selain Barcola, ada Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Rio Ngumoha, dan Victor Munoz. Bagi Carragher, komposisi semacam ini berpotensi membuat desain tim kehilangan keseimbangan saat musim berjalan.
Lebih dari soal jumlah pemain, Carragher juga menyoroti kecenderungan klub dalam memilih figur transfer belakangan ini. Menurutnya, Liverpool cenderung merekrut pemain jadi dan mahal, alih-alih mencari sosok yang sedang berada pada momen tepat untuk dibentuk sesuai kebutuhan skuad.
Musim lalu, ia menyebut Liverpool mendatangkan Florian Wirtz dan Alexander Isak, tetapi keduanya belum benar-benar bersinar. Dalam frame penilaiannya, rekrutmen dengan harga dan reputasi tinggi tidak selalu langsung diterjemahkan menjadi dampak yang konsisten di lapangan.
Transfer seperti “nuansa Real Madrid”
Kritik Carragher kemudian mengarah pada pola besar cara Liverpool bergerak di bursa. Ia menyebut ada kemiripan yang mencolok dengan gaya Real Madrid: mengincar pemain profil teratas di pasaran, dengan harga yang selangit, sehingga publik ikut terdorong oleh daya tarik bintang-bintang itu.