FIFA Batalkan Proyek Penjualan Saham Piala Dunia, PSSI Gagal Dapat Dana Besar

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id FIFA membatalkan proyek penjualan saham Piala Dunia setelah mendapat penolakan luas dari mayoritas anggotanya. Keputusan ini diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino pada Sabtu, 1 Agustus 2026, yang berarti PSSI juga batal mendapatkan dana besar dari program tersebut, dilansir dari Detik Sport.

Dalam rencananya, FIFA Forward Enterprise dijanjikan menyediakan dana hingga 40 juta dolar AS (lebih dari Rp 720 miliar) untuk periode 2027-2030, termasuk paket pendanaan 20 juta dolar AS dan bonus 20 juta dolar AS melalui program 'FIFA Fast Forward'.

Paket ini meningkat signifikan dibandingkan pendanaan periode 2023-2026 yang hanya 8 juta dolar AS (Rp 144 miliar). FIFA juga menyebut federasi yang menolak rencana tersebut hanya akan mendapatkan 10 juta dolar AS.

PSSI, melalui Ketua Umum Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, sempat mendukung proyek tersebut karena membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan sepakbola nasional.

"Sepakbola Indonesia sudah berubah banyak dalam tiga tahun terakhir, semua berjalan lancar," ujar Erick Thohir kepada Sky.

"Ranking timnas sudah naik dari posisi ke-174 ke-118. Maka dibutuhkan uang untuk melanjutkan transformasi ini," tambahnya.

Namun, mayoritas federasi dari konfederasi Asia (AFC), Eropa (UEFA), dan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) menolak rencana ini karena dianggap menyerahkan "jiwa" sepakbola kepada pemodal, bukan kepada suporter.

Penolakan ini membuat FIFA kalah suara, sehingga proyek FIFA Forward Enterprise resmi batal dilanjutkan.

Dengan batalnya proyek ini, PSSI dipastikan tidak akan memperoleh dana tambahan besar untuk pendanaan sepakbola hingga tahun 2030.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed