FIFA Beri Sanksi Berat untuk Timnas Argentina Setelah Final Piala Dunia 2026
FajarBali.co.id FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Timnas Argentina pada Jumat, 21 Agustus 2026, menyusul keributan yang terjadi usai final Piala Dunia 2026 di stadion tempat laga berlangsung.
Argentina didenda sebesar 321 ribu dolar AS (sekitar Rp5,7 miliar) karena pelanggaran yang terjadi pada pertandingan semifinal melawan Inggris dan final melawan Spanyol, menurut laporan dari Detik Sport.
Pelatih dan pemain Argentina melakukan aksi kontroversial seperti membentangkan spanduk Malvinas usai semifinal, yang melanggar pasal 13 ayat 2 C FIFA. Selain itu, pendukung Argentina juga dilaporkan melakukan nyanyian dan gestur diskriminatif sehingga melanggar pasal 15.
Dalam pertandingan final melawan Spanyol, Argentina dinyatakan melanggar pasal 14 ayat 5 terkait perilaku buruk tim dan pasal 17 tentang ketertiban serta keamanan selama laga, yang mengarah pada keributan pemain usai kekalahan 0-1.
Beberapa pemain Argentina dikenai sanksi personal, termasuk Leandro Paredes yang dilarang bermain 10 pertandingan karena mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi.
Nahuel Molina mendapat larangan bertanding selama 7 laga setelah menonjok Rodri yang sedang merayakan kemenangan Spanyol. Thiago Almada juga dikenai larangan bermain selama 1 laga.
Staf ofisial Argentina, Roberto Ayala, dihukum tidak boleh menemani tim dalam 3 pertandingan berikutnya.
Selain itu, Argentina juga mendapat pembatasan penonton dalam 2 laga kandang dengan hanya diizinkan mengisi 50 persen kapasitas stadion.
Federasi Sepakbola Argentina (AFA) merespons dengan meminta FIFA meninjau ulang sanksi tersebut dan bersiap mengajukan banding ke Komite Banding FIFA serta kemungkinan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di masa depan.
"Mengingat pemberitahuan yang diterima, dan untuk membela hak-hak Asosiasi dan para pemainnya, Departemen Hukum AFA pada waktunya akan meminta kepada FIFA dasar-dasar putusan yang dapat ditinjau untuk mengajukan banding ke Komite Banding badan pengatur sepakbola dunia, dengan menyisakan kemungkinan untuk mengajukan banding ke CAS sebagai upaya terakhir di masa mendatang," ujar pernyataan resmi AFA.