Indonesia dan Negara AFC Dukung Gianni Infantino Jelang Pemilu FIFA 2027
FajarBali.co.id Presiden FIFA Gianni Infantino masih mendapat dukungan dari beberapa negara di Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), termasuk Indonesia, menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027, dilansir dari Detik Sport.
Infantino menghadapi tekanan setelah mengusulkan rencana kontroversial menjual saham Piala Dunia kepada investor, yang memicu penolakan luas dan ancaman boikot dari konfederasi seperti UEFA dan CONCACAF. Akhirnya, Infantino membatalkan proposal tersebut.
Dalam dinamika politik FIFA yang berubah, dukungan terhadap Infantino mulai menurun terutama dari negara-negara Eropa. Wales, Denmark, Swedia, Serbia, dan Inggris telah mencabut dukungan mereka. Sementara itu, Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjadi pesaing utama Infantino.
Indonesia secara resmi mengumumkan dukungan penuh kepada Infantino. "PSSI menegaskan kembali dukungannya yang berkelanjutan untuk Presiden FIFA Gianni Infantino dan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di Indonesia & di seluruh dunia," tulis akun Instagram resmi PSSI pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain Indonesia, terdapat sekitar 15 negara lain, mayoritas dari AFC, yang tetap mendukung Infantino. Negara-negara berpengaruh seperti Qatar dan Uni Emirat Arab juga termasuk dalam pendukungnya. Dukungan serupa datang dari Sri Lanka, Lebanon, Kuwait, serta beberapa negara Afrika seperti Mesir dan Maroko.
Dukungan ini didasarkan pada kontribusi Infantino dalam pengembangan sepak bola di negara-negara tersebut, termasuk bantuan dana dan pembangunan infrastruktur. Infantino yang telah memimpin FIFA sejak 2016 dianggap layak untuk memimpin kembali.
FIFA terdiri dari 211 negara anggota yang tersebar di berbagai konfederasi, dengan masing-masing anggota memiliki satu suara dalam pemilihan presiden, tanpa memandang ukuran atau kekuatan sepak bola negara tersebut.