Indonesia Maksimalkan Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Tim
FajarBali.co.id Status Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan peluang strategis dan teknis bagi Timnas Indonesia untuk meningkatkan kualitas dalam kompetisi internasional, kata pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro, dilansir dari Bola.
Turnamen ini berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026 dengan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi Premier. Beberapa negara kuat di Asia Tenggara diperkirakan ikut serta dalam kompetisi resmi FIFA ini.
"Menurut saya keuntungan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya soal keuntungan finansial atau cuan," ujar Luciano.
"Memang, aspek ekonomi penting karena pertandingan internasional bisa memberikan dampak positif bagi industri olahraga, stadion, sponsor, media, dan masyarakat. Tetapi, yang jauh lebih penting adalah keuntungan secara teknis dan strategis."
Luciano menambahkan bahwa bermain di kandang sendiri memberi kesempatan bagi Indonesia untuk membangun kepercayaan diri dan menguji kualitas tim di ajang resmi.
"Bermain di kandang sendiri memberikan Indonesia kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, mendapatkan dukungan langsung dari suporter, sekaligus menguji kualitas tim dalam kompetisi resmi," lanjutnya.
Turnamen ini juga menjadi peluang bagi pelatih untuk mengevaluasi pemain, khususnya talenta muda dan pemain lokal yang berpotensi memperkuat skuad nasional.
"Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi pelatih untuk melihat lebih banyak pemain, termasuk pemain muda dan pemain lokal potensial. Indonesia membutuhkan kedalaman skuad, bukan hanya mengandalkan beberapa pemain," kata Luciano.
Indonesia menyiapkan dua stadion sebagai venue pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi momen kebangkitan bagi Timnas Indonesia usai hasil kurang memuaskan di Piala AFF 2026. Status tuan rumah diharapkan meningkatkan daya saing skuad Garuda.
"Jadi, menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan bukan hanya untuk sukses sebagai penyelenggara, tetapi sebagai bagian dari proses membangun Timnas Indonesia yang lebih kuat untuk masa depan," tegas Luciano.
Selain prestise, juara turnamen perdana ini berhak atas hadiah uang tunai sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17,8 miliar.