Infantino dialihkan dari pertanyaan pengunduran diri Presiden FIFA
FajarBali.co.id Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah ditanya jurnalis Sky News James Matthews soal desakan agar mundur dari jabatan Presiden FIFA, menyusul kontroversi rencana penjualan sebagian kepemilikan investasi swasta yang batal terealisasi, seperti dilansir dari Bola. Menurut Bola, kepemimpinan Infantino setelah Piala Dunia 2026 dibayangi kontroversi, termasuk tuduhan oleh tiga konfederasi yang menilai ada unsur penipuan terkait rencana investasi tersebut. UEFA, sebagaimana dilaporkan Bola, menyatakan ancaman memboikot kompetisi FIFA dan menyebut telah kehilangan kepercayaan kepada kepemimpinan Infantino.
James Matthews menanyakan apakah Infantino merasa telah mengkhianati sepak bola melalui rencana penjualan sebagian kepemilikan investasi swasta untuk turnamen Piala Dunia yang akhirnya batal, serta mempertanyakan alasan Infantino belum mengundurkan diri meski mendapat banyak kritik, seperti dilansir dari Bola.
"Potongan rambutmu bagus" kata Infantino. Infantino kemudian mengalihkan percakapan dengan komentar yang menyiratkan keduanya memiliki kondisi kepala botak.
"Sampai jumpa di tukang cukur" lanjut Infantino. Video percakapan tersebut kemudian beredar luas di media sosial, dan Bola mencatat sejumlah pihak menilai respons itu sebagai upaya menghindari pertanyaan serius terkait kepemimpinan di FIFA.
Di platform X, Bola merangkum sejumlah reaksi negatif, termasuk kecaman yang menyebut Infantino tidak menjawab isu kontroversi dan menilai sikapnya keterlaluan. Suporter serta asosiasi sepak bola, menurut Bola, juga disebut makin frustrasi terkait penanganan Infantino atas persoalan investasi swasta dan keengganannya menjawab pertanyaan secara langsung. Bola melaporkan Infantino telah menyampaikan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA dalam pemilihan pada Maret 2027.
Jika Infantino memilih mundur atau tidak mencalonkan diri kembali, Bola menyebut Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya.