Prancis Berpotensi Membelot dari Boikot UEFA Terhadap Presiden FIFA

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Prancis berpotensi mengambil sikap berbeda dari mayoritas negara Eropa dalam mendukung Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana boikot pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027, dilansir dari Bola.

Setelah terungkapnya rencana Infantino untuk memprivatisasi Piala Dunia dengan menjual saham kepada investor yang akhirnya dibatalkan, UEFA menarik dukungan dan menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino.

Beberapa negara Eropa seperti Wales, Inggris, Norwegia, Swedia, Denmark, Jerman, Serbia, Yunani, Albania, Belanda, dan Kroasia telah mencabut dukungan dan menginginkan sosok baru memimpin FIFA.

Namun, jurnalis Romain Molina menyebut Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) masih mendukung Infantino dan tidak berniat mengikuti rencana boikot UEFA.

Menurut Molina, Presiden FFF, Philippe Diallo, memilih diam dan belum menarik dukungan secara resmi kepada Infantino. Molina menyebut Diallo "tidak ingin melakukan boikot" dan kini menjadi "sahabat terbaik baru" Infantino.

Molina juga menyoroti wilayah Kaledonia Baru yang merupakan anggota asosiasi FFF dan baru-baru ini menyatakan dukungan kepada Infantino, memperkuat kekhawatiran UEFA bahwa Prancis akan membelot dari rencana boikot.

Selain itu, Molina menyebut Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan persatuan yang dinilai sebagai dukungan kepada Infantino, dan terlibat langsung dalam urusan tersebut.

"Di balik layar, presiden FFF mendukung Infantino dan tidak berniat mengikuti posisi UEFA terkait boikot. Permainan ganda juga dilakukan Emmanuel Macron, yang terlibat langsung dalam urusan Infantino," ujar Molina.

Molina mempertanyakan sikap Diallo yang berbeda dari mayoritas anggota UEFA dan menyebut posisi Diallo untuk berkembang di organisasi internasional berbeda dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

Molina memperingatkan keterlibatan Diallo dalam urusan politik tersebut bisa berbalik merugikan dirinya. Kini, perhatian tertuju pada kemungkinan pernyataan resmi dari Prancis, UEFA, maupun FIFA terkait sikap Prancis dalam beberapa pekan mendatang.

Editors Team
Daisy Floren