Jurnalis Rasakan Tantangan Balap di Sirkuit Mandalika pada Yamaha Sunday Race 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Sejumlah jurnalis dan influencer mendapatkan pengalaman langsung membalap motor skuter matik di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, pada Jumat sore, 17 Juli 2026, saat acara Yamaha Sunday Race 2026 digelar, dilansir dari Bola.

Acara tersebut merupakan perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race yang diadakan pada 17-19 Juli 2026, dengan Media MAXi Race 155cc sebagai salah satu sesi yang membuat peserta merasakan sensasi balap yang biasanya hanya dialami pembalap profesional.

Motor yang digunakan adalah skuter matik pilihan seperti Aerox Alpha, Aerox Alpha Turbo, NMAX Turbo, NMAX Neo, dan Lexi LX 155. Peserta tidak menggunakan motor sport bertransmisi manual.

Penulis menyatakan tidak berharap bisa bersaing dengan peserta lain, melainkan bertujuan mendapatkan pengalaman balap di lintasan Mandalika yang sebelumnya hanya dilihat dari dekat pagar paddock atau layar televisi.

Pengalaman itu dimulai sejak mengenakan perlengkapan balap lengkap, yang terasa berat dan cepat membuat panas, bahkan sebelum motor dinyalakan.

Pada pukul 15.15 WITA, sesi latihan sekaligus kualifikasi dimulai. Penulis merasakan gugup dan antusias saat pertama kali mengaspal di sirkuit tersebut.

Meski berani membawa motor pada kecepatan sekitar 90 km/jam di lintasan lurus dan 80 km/jam saat tikungan, peserta lain melaju jauh lebih kencang melewati penulis.

Penulis yang belum pernah turun di sirkuit terbiasa berkendara dengan kecepatan jauh lebih rendah dibanding para pembalap profesional.

Setelah sesi latihan, peserta kembali ke paddock dan diberi waktu untuk membuat konten atau berfoto, namun penulis memilih kembali menjajal lintasan untuk menambah pengalaman.

Upaya menaikkan kecepatan hingga sekitar 100 km/jam di trek lurus dan 60-80 km/jam di tikungan tetap belum mampu mengejar peserta lain yang sudah lebih dulu melaju kencang.

Influencer otomotif Permana Triaz memberikan semangat dan menyarankan untuk menaikkan pace agar bisa menyamai pembalap lain.

"Pace-nya naikkan lagi ya, supaya bisa bareng-bareng sama pembalap lainnya," ujar Permana Triaz.

Penulis berusaha mengikuti saran tersebut, tetapi jarak dengan pembalap lain tetap sulit dipangkas. Setelah dua putaran pada sesi tersebut, penulis memutuskan untuk kembali ke pit lane karena merasa sudah cukup dengan empat putaran yang dijalani.

Pengalaman itu dianggap memberi pelajaran penting yang tidak didapatkan jika hanya menjadi penonton.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed