Kurs Dolar AS di BCA Mandiri BRI dan BNI Turun Tipis pada 1 Agustus 2026
FajarBali.co.id Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA) serta bank-bank besar lain seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan tipis pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sesuai pembaruan data terbaru pagi ini pukul 04.00 hingga 09.00 WIB di masing-masing bank di Indonesia.
Kurs dolar terhadap rupiah di BCA pada 1 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB untuk e-rate tercatat beli di Rp 17.990 dan jual Rp 18.080. Sementara untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes, BCA menetapkan beli dan jual di Rp 17.870 dan Rp 18.150. Di sisi lain, Bank Mandiri mematok special rate beli dolar di Rp 18.065 dan jual di Rp 18.095, sedangkan untuk TT Counter dan Bank Notes, beli dan jual masing-masing di Rp 17.840 dan Rp 18.140.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat nilai tukar dolar sebesar beli Rp 18.082 dan jual Rp 18.139 pada pukul 09.11 WIB, sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan special rates beli Rp 18.060 dan jual Rp 18.150. Untuk transaksi TT Counter dan Bank Notes di BNI, harga beli berada di kisaran Rp 17.850 hingga Rp 17.945 dan harga jual Rp 18.150 hingga Rp 18.245.
Penurunan kurs dolar ini sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah di pasar spot sebesar 37 poin atau 0,20% menjadi Rp 18.074 per dolar AS pada Jumat (31 Juli 2026) pukul 09.05 WIB. Indeks dolar AS di pasar global juga naik 0,34% ke posisi 100,201, yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar domestik.
Selisih Harga Jual dan Beli
Selisih harga jual dan beli dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada hari ini berkisar sekitar Rp 1.000-an per dolar AS. Perbedaan ini mencerminkan kebijakan masing-masing bank dalam menetapkan harga jual dan beli valuta asing yang bersifat fluktuatif sesuai kondisi pasar dan likuiditas.
Jadwal Pembaruan Kurs
Kurs valuta asing di bank-bank utama Indonesia diperbarui secara real-time pada hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Namun, nilai tukar ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global dan dalam negeri.
Konteks Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan pada akhir Juli 2026, yang berimbas pada penyesuaian kurs jual dan beli di bank-bank besar. Hal ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti penguatan indeks dolar AS dan dinamika pasar global, serta faktor domestik termasuk kebijakan moneter Bank Indonesia dan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Pergerakan kurs dolar yang fluktuatif ini menjadi salah satu perhatian penting bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan transaksi valuta asing, terutama untuk kebutuhan bisnis dan investasi.
Informasi Tambahan dan Sumber Data
Data kurs dolar yang disajikan diperoleh dari pembaruan resmi masing-masing bank yaitu BCA, Mandiri, BRI, dan BNI per tanggal 1 Agustus 2026, serta data pasar spot yang dipublikasikan pada 31 Juli 2026. Kurs ini berlaku pada jam operasional bank dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.
| Bank | Jenis Kurs | Beli (Rp) | Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| BCA | E-rate | 17.990 | 18.080 |
| BCA | TT Counter & Bank Notes | 17.870 | 18.150 |
| Mandiri | Special Rate | 18.065 | 18.095 |
| Mandiri | TT Counter & Bank Notes | 17.840 | 18.140 |
| BRI | Umum | 18.082 | 18.139 |
| BNI | Special Rate | 18.060 | 18.150 |
| BNI | TT Counter | 17.850 | 18.150 |
| BNI | Bank Notes | 17.945 | 18.245 |
Catatan dan Disclaimer
Kurs valuta asing merupakan nilai yang sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar global dan domestik. Pembeli maupun penjual disarankan untuk selalu memantau harga resmi dari bank terkait sebelum melakukan transaksi.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."