Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 14 Agustus 2026
FajarBali.co.id Kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI menunjukkan penguatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pergerakan ini terjadi seiring kondisi pasar global yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini di Jakarta.
Kurs Dolar di Bank Mandiri
Bank Mandiri mencatat nilai tukar dolar AS menguat dari posisi sebelumnya. Pada 13 Agustus 2026 pukul 10.56 WIB, rupiah tercatat di posisi Rp17.879 per USD, sementara pada 14 Agustus 2026 bank ini memperlihatkan penguatan nilai tukar dolar dalam transaksi valas. Hal ini sejalan dengan tren penguatan rupiah sebesar 0,15% yang terjadi sehari sebelumnya.
Kurs Dolar di BCA, BRI, dan BNI
Bank BCA, BRI, dan BNI juga mengikuti tren serupa dengan nilai tukar dolar AS yang mengalami kenaikan. Data dari masing-masing bank menunjukkan sedikit penguatan pada kurs jual dan beli dolar AS, yang dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS yang naik 0,13% ke posisi 99,67 pada 13 Agustus 2026. Penguatan ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasar spot exchange yang mencatat rupiah melemah tipis 0,01% ke posisi Rp17.879 per USD pada pagi hari tanggal tersebut.
Konteks dan Faktor Penyebab Pergerakan Kurs
Pergerakan nilai tukar ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik. Rupiah sejak awal Agustus 2026 menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan menguat, tercermin dari penutupan rupiah pada posisi Rp18.022 per USD pada 1 Agustus 2026 dan penguatan sebesar 0,49% pada 31 Juli 2026 terkait pelemahan dolar AS akibat data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi.
Penguatan rupiah juga diantisipasi berlanjut pekan depan dengan kisaran perdagangan antara Rp17.850 hingga Rp18.150 per USD, sebagaimana diperkirakan sejumlah analis pasar. Special rate atau nilai tukar khusus untuk transaksi valas dalam jumlah besar di bank-bank tersebut tetap menjadi acuan bagi pelaku bisnis dan investor.
Dampak bagi Nasabah dan Pelaku Pasar
Penguatan kurs dolar di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI memberikan pengaruh langsung pada transaksi valas nasabah, khususnya yang melakukan pembelian atau penjualan dalam jumlah besar melalui layanan special rate dan TT counter. Selain itu, fluktuasi kurs ini juga berdampak pada nilai tukar di pasar spot dan transaksi valas tunai (bank notes).
"Penguatan rupiah yang terjadi saat ini memberikan peluang dan tantangan bagi nasabah yang aktif di transaksi valas. Kami terus memantau kondisi pasar untuk memberikan nilai tukar terbaik," ujar Kepala Divisi Treasury Bank Mandiri.
Perbandingan Kurs Hari Ini dengan Periode Sebelumnya
| Bank | Kurs Jual (Rp/USD) | Kurs Beli (Rp/USD) | Tanggal Referensi |
|---|---|---|---|
| BCA | 17.980 | 17.840 | 14 Agustus 2026 |
| Bank Mandiri | 17.975 | 17.835 | 14 Agustus 2026 |
| BRI | 18.000 | 17.850 | 14 Agustus 2026 |
| BNI | 17.990 | 17.845 | 14 Agustus 2026 |
Data di atas menunjukkan bahwa kurs jual dolar AS di BRI sedikit lebih tinggi dibandingkan bank lain, sedangkan kurs beli relatif seragam di kisaran Rp17.835 hingga Rp17.850 per USD.
Layanan Nilai Tukar Khusus dan Transaksi Tunai
Bank-bank besar tersebut menyediakan layanan nilai tukar khusus (special rate/e-Rate) bagi nasabah yang melakukan transaksi valas dalam jumlah besar. Sementara itu, untuk transaksi skala kecil hingga menengah, layanan TT counter di teller cabang bank menjadi pilihan umum. Transaksi valas tunai (bank notes) juga tersedia bagi nasabah yang membutuhkan uang kertas dolar AS secara langsung.
- Special rate biasanya lebih kompetitif dan dinegosiasikan langsung dengan nasabah.
- TT counter melayani transaksi di teller untuk jumlah menengah.
- Bank notes melayani jual beli valas dalam bentuk fisik.
Pergerakan kurs dolar di bank-bank ini menjadi barometer penting dalam transaksi valuta asing di Indonesia, khususnya di tengah kondisi pasar global yang dinamis.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."