Javier Tebas Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA
FajarBali.co.id Javier Tebas mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah kontroversi terkait proposal penjualan saham Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), yang melibatkan investor swasta dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS, dilansir dari Detik Sport.
Proposal tersebut mendapat penolakan keras dari berbagai konfederasi seperti UEFA, CONCACAF, dan AFC yang menilai rencana itu melanggar batasan sepakbola. Protes yang meluas dan ancaman boikot Piala Dunia membuat FIFA akhirnya membatalkan rencana pembentukan FFE, yang disambut sebagai kemenangan oleh dunia sepakbola.
Javier Tebas, Presiden LaLiga, menyambut baik pembatalan tersebut namun menilai masalah lebih mendalam dan menuntut perubahan kepemimpinan di FIFA.
"Konfederasi, asosiasi, liga, pemain... seharusnya tidak puas dengan pembatalan ini dan menganggap masalah tersebut sudah selesai. Problemnya jauh lebih dalam," ujar Javier Tebas.
Ia mengingatkan berbagai masalah lain yang melibatkan Gianni Infantino, termasuk intervensi politik, investigasi di Kongres Amerika Serikat, serta kontroversi terkait harga tiket Piala Dunia dan keputusan sepihak soal kalender pertandingan.
"Apakah kita sudah melupakan penarikan kartu merah setelah intervensi politik? Investigasi yang dibuka di Kongres Amerika Serikat, yang telah meminta kehadiran Gianni Infantino atas perilaku yang sangat serius? Penarikan dakwaan dalam kasus-kasus korupsi FIFA yang bersejarah?
Harga tiket Piala Dunia yang skandal? Keputusan sepihak tentang kalender internasional, kompetisi baru, dan format, yang diadopsi tanpa proses dialog dan kesepakatan yang sebenarnya dengan pihak-pihak yang terlibat?" lanjut Tebas.
Dia menyoroti bahwa masalah bukan hanya pada satu proposal, melainkan pada model tata kelola FIFA yang memusatkan kekuasaan dan mengurangi pengawasan serta keseimbangan.
"Masalahnya bukanlah satu proposal tunggal. Masalahnya adalah model tata kelola yang memusatkan kekuasaan, mengurangi pengawasan dan keseimbangan, dan mengesampingkan mereka yang secara langsung terkena dampak keputusannya," tegas Tebas.
Karena alasan-alasan tersebut, Tebas menegaskan bahwa Gianni Infantino tidak seharusnya terus memimpin FIFA dan dunia sepakbola membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu memodernisasi tata kelola serta memulihkan kredibilitas institusional.
"Karena semua alasan itu, saya percaya Gianni Infantino tidak boleh terus memimpin FIFA. Sepakbola dunia membutuhkan kepemimpinan baru yang memodernisasi tata kelolanya, memulihkan kredibilitas institusional, dan membangun keputusan masa depan dengan menyepakatinya bersama aktor-aktor yang terlibat, setelah sebelumnya mengevaluasi dampak olahraga, ekonomi, dan sosialnya, daripada memaksakan secara sepihak," pungkas Tebas.