Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini Menguat Rp17.900 per USD
FajarBali.co.id Kurs dolar Amerika Serikat (AS) di Bank Central Asia (BCA) menguat pada Kamis, 13 Agustus 2026, tercatat mencapai Rp17.900 untuk kurs jual, sedangkan kurs beli berada di Rp17.875 per dolar AS. Data tersebut diukur pada pukul 09.01 WIB di kantor pusat BCA Jakarta.
Kurs ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan hari sebelumnya pada 12 Agustus 2026, di mana kurs jual BCA berada di kisaran Rp17.930 dan kurs beli di Rp17.650. Penguatan ini terjadi seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang juga tercatat di pasar spot.
Detail Kurs Jual dan Beli
Berdasarkan data resmi BCA per 13 Agustus 2026 pukul 09.01 WIB, kurs dolar AS di BCA adalah sebagai berikut:
- Kurs e-Rate beli: Rp17.875
- Kurs e-Rate jual: Rp17.900
- TT Counter beli: Rp17.670
- TT Counter jual: Rp17.950
- Bank Notes beli: Rp17.670
- Bank Notes jual: Rp17.950
Perbandingan dengan Bank Lain
Kurs dolar AS di BCA relatif stabil dan sejalan dengan tren di bank besar lain seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang juga mencatat penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran serupa. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar valuta asing yang sedang menguat terhadap dolar, didorong oleh sentimen positif dari faktor domestik dan global.
Konteks Pasar dan Faktor Pengaruh
Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS didukung oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang cukup solid serta kebijakan moneter yang adaptif dari Bank Indonesia. Selain itu, sentimen global terkait stabilitas dolar AS juga memengaruhi pergerakan kurs dolar di pasar domestik.
Menurut data pada 10 Agustus 2026, rupiah sempat menguat ke Rp17.897 per dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0,13 persen ke 99,67. Tren ini berlanjut hingga saat ini dengan beberapa fluktuasi kecil di pasar valuta asing.
Rekomendasi dan Informasi Tambahan
Meski terjadi penguatan, kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia tetap bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan domestik. Oleh karena itu, para pelaku usaha dan masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan nilai tukar secara berkala.
"Nilai tukar rupiah yang stabil dan menguat memberi dampak positif bagi perdagangan dan investasi di Indonesia," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset keuangan nasional.
Perlu diketahui, kurs yang tercatat di BCA merupakan acuan bagi transaksi valuta asing di bank tersebut dan dapat berbeda dengan kurs pasar spot atau antar bank lainnya.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.