Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat Hari Ini 2 Agustus 2026
FajarBali.co.id Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengalami penguatan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Penguatan ini terpantau seiring pelemahan dolar AS di pasar global dan sentimen positif ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).
Kurs Dolar di BCA
Bank Central Asia mencatat nilai tukar dolar AS menguat dibandingkan hari sebelumnya. Harga beli dolar di BCA berkisar sekitar Rp18.022 per dolar AS, sementara harga jual mencapai Rp18.082. Angka ini menunjukkan penguatan rupiah yang konsisten dengan tren pasar regional.
Kurs Dolar di Bank Mandiri
Bank Mandiri juga melaporkan penguatan nilai tukar dengan harga beli dolar di kisaran Rp18.020 dan harga jual mendekati Rp18.080. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap pelemahan indeks dolar AS global.
Kurs Dolar di BRI dan BNI
Bank BRI dan BNI menyesuaikan kurs jual beli dolar AS dengan tren yang hampir seragam. BRI mematok harga beli sekitar Rp18.015 dan harga jual Rp18.075, sedangkan BNI di kisaran Rp18.018 untuk harga beli dan Rp18.078 untuk harga jual per dolar AS.
Konteks dan Faktor Pengaruh Nilai Tukar Rupiah
Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2 Agustus 2026 didorong oleh pelemahan indeks dolar AS yang turun sebesar 0,08% pada penutupan pasar global sebelumnya. Data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan.
Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, mengatakan bahwa penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS.
"Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Sentimen pasar didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan," ujar Lukman Leong.
Perbandingan dengan Data Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan 31 Juli 2026, rupiah menguat sekitar 0,20% ke level Rp18.074 per dolar AS pada pembukaan pasar. Indeks dolar AS naik 0,34% ke posisi 100,201 pada 31 Juli 2026, namun melemah ke 98,25 pada pertengahan Oktober 2025. Tren pergerakan ini menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh data ekonomi dan kebijakan moneter AS.
Informasi Kurs Jual dan Beli di Bank Indonesia
Bank Indonesia sebagai otoritas moneter juga menetapkan kurs tengah yang menjadi acuan pasar. Namun, kurs jual dan beli di bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI dapat bervariasi tergantung jenis layanan seperti e-rate, TT counter, dan special rate.
Data Harga dan Tabel Kurs Dolar AS 2 Agustus 2026
| Bank | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 18.022 | 18.082 |
| Mandiri | 18.020 | 18.080 |
| BRI | 18.015 | 18.075 |
| BNI | 18.018 | 18.078 |
Panduan Singkat Mengenai Kurs Jual dan Kurs Beli
- Kurs beli adalah harga di mana bank membeli dolar AS dari nasabah.
- Kurs jual adalah harga di mana bank menjual dolar AS kepada nasabah.
- Kurs ini dapat berfluktuasi tergantung kondisi pasar dan kebijakan bank sentral.
- Bank besar di Indonesia menyesuaikan kurs jual beli untuk memenuhi kebutuhan transaksi valuta asing masyarakat.
Pergerakan kurs dolar hari ini di bank-bank besar menjadi penting bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melakukan transaksi valas. Penguatan rupiah memberikan peluang bagi pengurangan biaya impor dan stabilitas ekonomi nasional.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."