Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 7 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar AS di Bank BCA, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada Jumat, 7 Agustus 2026, menunjukkan penguatan dibandingkan hari sebelumnya. Data ini diperoleh dari kurs e-rate dan transaksi tunai di kantor cabang bank-bank tersebut di Indonesia.

Bank BCA

Bank BCA menetapkan kurs beli e-rate dolar AS di angka Rp17.925 dan kurs jual e-rate Rp17.955 per dolar AS. Untuk transaksi tunai dan TT counter, kurs beli berada di Rp17.740 dan kurs jual Rp18.020. Angka ini mengalami penguatan dibandingkan awal Agustus yang berada pada Rp17.990 untuk beli dan Rp18.080 untuk jual (e-rate) menurut data 1 Agustus 2026.

Bank Mandiri

Bank Mandiri juga mencatat kurs jual beli dolar AS yang relatif stabil dengan kurs jual sekitar Rp18.070 dan kurs beli di kisaran Rp18.040 pada special rate. Transaksi tunai dan TT counter berada pada kisaran Rp17.800 untuk beli dan Rp18.100 untuk jual. Data ini menunjukkan kecenderungan stabilitas nilai tukar yang mendukung penguatan rupiah di pasar.

Kurs Dolar AS di Bank BRI dan Bank BNI Hari Ini

Bank BRI

Bank BRI melaporkan kurs dolar AS pada 7 Agustus 2026 dengan kurs beli e-rate Rp17.897 dan jual e-rate Rp18.099. Sedangkan pada transaksi tunai dan TT counter, kurs beli tercatat Rp17.870 dan kurs jual Rp18.170. Angka ini sedikit lebih tinggi dari data awal Agustus namun tetap mencerminkan penguatan rupiah.

Bank BNI

Bank BNI menetapkan kurs dolar AS pada kurs jual Rp18.070 dan beli Rp17.970 pada special rate. Untuk transaksi tunai dan TT counter, kurs beli berada di Rp17.800 dan jual Rp18.100. Pergerakan ini konsisten dengan tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tercatat sejak akhir Juli 2026.

Faktor Penguatan Rupiah dan Dampaknya

Penguatan rupiah yang membuat kurs jual beli dolar di bank-bank besar menguat didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi pasar. Selain itu, sinyal pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS turut melemahkan dolar AS secara global. Hal ini berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah.

Menurut laporan dari berbagai sumber, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp18.022 per dolar AS pada 31 Juli 2026 dengan penguatan sebesar 0,49%. Prediksi pada pekan awal Agustus 2026 menunjukkan kisaran perdagangan rupiah di rentang Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Data Kurs Dolar AS di Bank Besar dalam Tabel

BankKurs Beli (e-rate)Kurs Jual (e-rate)Kurs Beli (TT Counter)Kurs Jual (TT Counter)
BCARp17.925Rp17.955Rp17.740Rp18.020
MandiriRp18.040Rp18.070Rp17.800Rp18.100
BRIRp17.897Rp18.099Rp17.870Rp18.170
BNIRp17.970Rp18.070Rp17.800Rp18.100

Rekomendasi dan Informasi Tambahan

Aktivitas perdagangan valuta asing di lantai bursa sempat libur pada akhir pekan, namun perbankan tetap menetapkan kurs acuan untuk transaksi nontunai dan tunai yang digunakan oleh nasabah. Kondisi ini memberikan gambaran pasar yang stabil dan berpotensi berlanjut seiring perkembangan data ekonomi global.

"Data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi dan sinyal pemangkasan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor utama pelemahan dolar AS dan penguatan rupiah," ujar analis pasar keuangan dalam laporan keuangan terbaru.

"Berapa harga dolar di bank besar hari ini?" pertanyaan ini terjawab dengan penguatan kurs di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI yang mencerminkan tren positif nilai tukar rupiah pada 7 Agustus 2026.

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed