Kurs Dollar Naik Tipis ke Rp17.880 per 12 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dollar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah melanjutkan kenaikan tipis pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, dengan nilai jual mencapai Rp17.880 per USD menurut data terbaru dari beberapa bank besar di Indonesia dan Bank Indonesia (BI).

Data kurs e-Rate dari Bank Central Asia (BCA) pada tanggal tersebut menunjukkan nilai beli USD mencapai Rp17.860,00 dan nilai jual Rp17.880,00. Sementara itu, kurs transaksi Bank Indonesia memperlihatkan harga jual USD sebesar Rp17.913,12 dan beli Rp17.734,88 per satuan mata uang.

Kenaikan ini menandai pergerakan pasar valuta asing yang cukup stabil namun sedikit menguat dibandingkan hari sebelumnya, meski masih dalam rentang wajar yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik.

Selain BCA dan BI, bank-bank lain juga melaporkan harga jual dan beli USD yang bervariasi. Misalnya, Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat harga jual USD sekitar Rp18.085 sampai Rp18.030, sedangkan harga beli berada pada kisaran Rp17.785 hingga Rp17.730.

Perbedaan harga antar bank ini dipengaruhi oleh faktor likuiditas dan strategi masing-masing institusi keuangan dalam menghadapi fluktuasi pasar valuta asing.

Variasi Kurs Mata Uang Lain

Selain USD, nilai tukar mata uang asing lain seperti Euro (EUR), Pound Sterling (GBP), dan Dolar Singapura (SGD) juga mengalami pergerakan yang relatif stabil. Kurs Euro di BCA tercatat dengan nilai jual Rp20.644,81 dan beli Rp20.587,27, sedangkan Pound Sterling memiliki kurs jual Rp24.179,13 dan beli Rp23.933,22 pada BI.

Faktor Pengaruh Pergerakan Kurs

Penguatan dollar AS terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja dan ekspektasi suku bunga acuan oleh Federal Reserve. Di sisi lain, kondisi ekonomi domestik Indonesia yang menunjukkan stabilitas makroekonomi turut menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tidak bergejolak tajam.

Menurut analis pasar valuta asing, fluktuasi kurs merupakan hal wajar yang terjadi akibat interaksi antara permintaan dan penawaran mata uang asing, serta kebijakan moneter yang diterapkan oleh otoritas masing-masing negara.

"Kurs dollar yang bergerak naik tipis hari ini mencerminkan sentimen pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global yang masih dinamis," ujar pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Raden Prabowo.

Instrumen dan Risiko dalam Perdagangan Mata Uang

Perdagangan valuta asing, termasuk trading dollar, memiliki risiko yang perlu diperhatikan oleh investor dan pelaku pasar. Risiko tersebut antara lain perubahan nilai tukar yang cepat dan tak terduga akibat faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global, geopolitik, dan data ekonomi penting.

Investor disarankan untuk memahami risiko tersebut sebelum mengambil keputusan, mengingat potensi keuntungan dan kerugian yang besar dalam pasar valuta asing.

Informasi Tambahan dan Sumber Data

Data kurs yang diambil adalah referensi resmi dari situs Bank Central Asia (BCA), Bank Indonesia (BI), dan beberapa bank nasional lainnya per tanggal 12 Agustus 2026. Informasi ini membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi valuta asing dan perencanaan keuangan.

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini - Zona Bisnis | METRO TV

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed